BOJONEGORO,Jawakini.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bojonegoro yang digelar di salah satu hotel di Bojonegoro pada Sabtu (4/4/2026), akhirnya memunculkan nama-nama potensial untuk menakhodai partai berlambang bola dunia tersebut.
Berdasarkan hasil kesepakatan forum, terdapat lima nama nominasi yang resmi diusulkan untuk menjadi Ketua DPC PKB Bojonegoro periode mendatang. Kelima sosok tersebut adalah Fauzan Fuadi, Abdullah Umar, Mustakim, Imam Sholikin, dan Alfiatul Muniroh.
Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, dalam keterangannya menjelaskan bahwa mekanisme selanjutnya berada di tangan Dewan Pengurus Pusat (DPP). Nama-nama yang terjaring dalam Muscab ini akan segera dikirimkan untuk melalui tahap penetapan.
“Dari lima calon ini, nantinya kita kirimkan ke DPP untuk ditetapkan. Keputusannya bisa kelima-limanya, bisa satu, atau bahkan bisa tidak semuanya. Namun, saya yakin DPP akan menentukan satu dari lima calon ini. DPP sangat menghargai hasil Muscab hari ini,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Halim tersebut.
Saat disinggung mengenai durasi waktu penetapan, Gus Halim menambahkan bahwa proses di tingkat pusat tidak akan memakan waktu lama. Setelah berkas dikirimkan, diperkirakan dalam waktu tiga hingga empat hari, Surat Keputusan (SK) penetapan sudah diturunkan.
“Saya optimis pada awal bulan Juni semuanya sudah komplit. Pelantikan dijadwalkan akan dilaksanakan di Jakarta, bertepatan dengan Harlah PKB pada 23 Juni 2026 mendatang,” imbuhnya.
Di sisi lain, salah satu kandidat calon Ketua DPC PKB Bojonegoro, Mustakim, menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh mekanisme partai yang berlaku. Ia menegaskan bahwa soliditas kader adalah prioritas utama pasca-Muscab.
“Sebagai kader, kita taat dan patuh pada pimpinan partai. Apapun keputusan yang diambil oleh DPP nanti, itu adalah instruksi yang harus dijalankan,” tegas Mustakim saat dikonfirmasi.
Pelaksanaan Muscab kali ini menjadi sorotan penting bagi peta politik di Bojonegoro, mengingat PKB merupakan salah satu partai dengan basis massa terbesar di wilayah ini. Penetapan nakhoda baru diharapkan mampu memperkuat mesin partai menjelang agenda-agenda politik strategis ke depan.(BG)












