BOJONEGORO ,Jawakini.com – Pers bukan sekadar penyampai kabar, melainkan benteng edukasi bagi peradaban. Menegaskan peran vital tersebut, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bojonegoro memilih jalan yang tidak biasa dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Bukan sekadar seremonial, JMSI menggebrak dengan misi kemanusiaan melalui tajuk “Pers Mengawal Keselamatan Berlalu Lintas untuk Masa Depan Generasi Muda”, Sabtu (11/5/2026).
Bertempat di Hayaru Cafe, Jalan Veteran, momentum ini menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan pilar-pilar kekuasaan dan korporasi—mulai dari Pemkab Bojonegoro, Polres, Kodim 0813, hingga raksasa industri hulu migas seperti SKK Migas dan Pertamina—dengan garda depan masa depan para mahasiswa dan siswa SMA/SMK.
Edukasi Sebagai Senjata Pemungkas
JMSI menyadari bahwa angka kecelakaan bukan sekadar statistik, melainkan ancaman nyata bagi bonus demografi. Dengan menggandeng Satlantas Polres Bojonegoro, kegiatan ini bertransformasi menjadi laboratorium edukasi yang tajam.
”JMSI sangat luar biasa. Ini adalah manifestasi nyata peran pers dalam mengawal keselamatan berkendara di lapangan,” tegas IPDA Ongky Ridwan, Kanit Kamsel Satlantas Polres Bojonegoro, yang mengapresiasi keberanian pers keluar dari zona nyaman pemberitaan menuju aksi preventif.

Sinergi Lintas Sektor
Dukungan penuh juga mengalir dari birokrasi. Asisten III Pemkab Bojonegoro, Machmudin,yang mewakili Bupati Bojonegoro menegaskan bahwa langkah JMSI adalah bentuk kontribusi konkret dalam menyelamatkan nyawa generasi muda di jalan raya. Baginya, pers telah mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketertiban sosial.
Misi di Balik Tinta
Ketua JMSI Bojonegoro, Ririn Wedia, dengan lugas menyatakan bahwa kegiatan ini adalah panggilan moral. Ia menekankan bahwa pena wartawan harus mampu menekan angka fatalitas di jalanan melalui sosialisasi yang konsisten.
- Visi Utama: Membantu kepolisian menekan angka kecelakaan melalui kekuatan informasi.
- Target Audiens: Generasi Z dan Milenial yang rentan terhadap risiko laka lantas.
- Kolaborasi: Memperkuat ikatan antara jurnalis, aparat penegak hukum, dan sektor swasta (BUMD & Migas).
”Ini adalah tugas kolektif. Kami mengusung tema ini karena keselamatan adalah hak setiap warga negara, dan pers bertanggung jawab untuk menyuarakannya,” ungkap Ririn menutup rangkaian acara dengan apresiasi mendalam kepada seluruh mitra strategis, termasuk Forkopimda dan para pendukung dari sektor industri migas.(red)
Catatan Redaksi: Peringatan HPN 2026 di Bojonegoro ini menjadi preseden penting bahwa kolaborasi yang solid antara media, pemerintah, dan swasta mampu menciptakan dampak sosial yang melampaui batas-batas ruang berita.












