Tepis Isu Ijazah Palsu, Sukur Prianto Angkat Bicara Demi Menjaga Kepercayaan Publik 

BOJONEGORO,Jawakini.com – Menanggapi derasnya isu yang berkembang terkait keabsahan ijazah miliknya, Ketua DPC Partai Demokrat sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sukur Prianto, akhirnya memilih untuk memberikan klarifikasi terbuka. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk membela diri, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral dirinya kepada masyarakat sebagai seorang pejabat publik.

​Di hadapan awak media, Sukur menjelaskan bahwa pada awalnya ia memilih untuk tidak langsung merespons tudingan tersebut secara reaktif. Ia sengaja memberikan ruang dan kesempatan bagi pihak pelapor untuk membuktikan kebenaran dari dalil-dalil aduan yang dilayangkan.

​”Sebenarnya dari awal saya cenderung diam. Saya ingin memberikan kesempatan kepada pelapor untuk membuktikan dalil ataupun tuduhannya,” ujar Sukur dalam pertemuan yang berlangsung hangat di sebuah rumah makan.(13/6/2026).

​Namun, seiring berjalannya waktu, Sukur menilai dinamika yang berkembang mulai bergeser dari koridor hukum yang objektif. Ia mengidentifikasi adanya indikasi bahwa polemik ini sengaja digulirkan secara berulang untuk menyerang integritas dan kehormatan personalnya.

​”Beberapa hari selanjutnya, ke kini, kelihatan sekali pelapor ini sudah melakukan hal-hal yang menyerang harga diri dan martabat saya,” tambahnya secara lugas namun tetap tenang.

​Sebagai seorang wakil rakyat, Sukur menyadari betul bahwa opini publik tidak boleh dibiarkan liar tanpa adanya perimbangan informasi. Baginya, masyarakat Bojonegoro berhak mendapatkan kepastian dan kejelasan mengenai duduk perkara yang sebenarnya agar tidak terjebak dalam disinformasi atau asumsi yang keliru.

​Ia menegaskan bahwa inisiatif mengundang rekan-rekan media hari ini bertujuan untuk meluruskan persepsi dan menyajikan fakta secara transparan.

​”Hari ini saya mengundang teman-teman agar semuanya clear. Masyarakat tidak timbul opini-opini yang tidak baik. Saya memberikan klarifikasi sebagai bentuk tanggung jawab saya, agar masyarakat tahu sebenarnya apa yang terjadi,” tegas politisi Demokrat tersebut.

​Melalui klarifikasi ini, Sukur berharap polemik mengenai tudingan ijazah palsu dapat segera menemui titik terang berdasarkan fakta yang objektif, sehingga iklim politik dan sosial di Kabupaten Bojonegoro tetap kondusif serta jauh dari upaya-upaya pembunuhan karakter demi kepentingan tertentu.(BG)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *