DPD NasDem Bojonegoro Pasca-Kevakuman, Kendali Organisasi Hanya Berdasar Perintah Lisan? 

Foto:ilustrasi

BOJONEGORO,Jawakini.com — Teka-teki mengenai komando kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Bojonegoro mulai terkuak. Di tengah kebingungan jajaran pengurus tingkat kecamatan (DPC) terkait arah administratif partai, kepemimpinan DPD NasDem Bojonegoro saat ini rupanya hanya dijalankan berdasarkan instruksi secara lisan dari pihak Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).

Hal tersebut diakui langsung oleh Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Bojonegoro, Heli Suharjono, saat dikonfirmasi wartawan mengenai legitimasi penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD.(15/8/2026)

Semula, Heli menegaskan bahwa agenda serta program roda organisasi partai di Bojonegoro tetap berjalan normal di bawah kendali fungsionaris struktur yang ada.

​”Sementara yang menjalankan agenda dan program partai adalah fungsionaris struktur organisasi yang selama ini sudah ada, Dan insya Allah semuanya berjalan baik,” ujar Heli.

Namun, ketika ditanya lebih mendalam mengenai ada atau tidaknya Surat Keputusan (SK) penunjukan Plt Ketua DPD maupun SK penugasan resmi dari DPW agar tidak menimbulkan keraguan di tingkat bawah (DPC), Heli membeberkan bahwa mandat Plt tersebut jatuh kepada dirinya selaku Sekretaris DPD.

Anehnya, penunjukan posisi krusial dalam partai politik bertagline “Gerakan Perubahan” tersebut ternyata belum diperkuat dengan dokumen administrasi formal tertulis. Heli mengakui mandat tersebut diberikan oleh sekretaris DPW Partai NasDem Jawa Timur hanya melalui koordinasi lisan.

​”Perintah lisan, mas. Dari Sek DPW (Sekretaris DPW). Kami tegak lurus bersama DPW dan DPP dalam menjalankan roda organisasi,” aku Heli.

Pernyataan ini memicu sorotan tajam terkait profesionalisme dan efektivitas tata kelola administrasi di tubuh DPD NasDem Bojonegoro. Dalam praktik berorganisasi—terutama bagi partai politik berskala nasional—perintah yang hanya bersifat lisan tanpa diiringi tembusan tertulis atau SK resmi rentan memicu ketidakpastian di tingkat akar rumput.

Ketidakjelasan tembusan formal ini dinilai menjadi alasan utama mengapa jajaran pengurus di tingkat DPC belum memahami secara utuh siapa pemegang komando resmi partai di daerah saat ini.

Meski demikian, pihak DPD NasDem Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk tetap tegak lurus mengamankan instruksi dan kebijakan hirarki partai, baik dari tingkat DPW maupun DPP, demi memastikan roda organisasi tetap bergulir.(bg)

 

 

Penulis: BgEditor: Bogang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *