Bojonegoro,jawakini.com – Simpanan dana Pemda Bojonegoro yang besar (sekitar Rp 3,6 triliun) menjadikan kabupaten terbanyak uangnya yang mengendap di bank.Ini memang sering menjadi sorotan karena dianggap belum optimal pemanfaatannya bagi masyarakat.
Untuk membuat simpanan tersebut lebih bermanfaat bagi masyarakat Bojonegoro, langkah-langkah yang dapat dilakukan Pemda Bojonegoro adalah sebagai berikut:
1. Akselerasi Belanja APBD yang Produktif:
Percepatan Realisasi Program: Segera merealisasikan program-program yang sudah direncanakan dan dianggarkan dalam APBD, terutama yang memiliki dampak langsung terhadap ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat (misalnya proyek infrastruktur, bantuan sosial, subsidi UMKM).
2.Belanja Berkualitas: Memastikan belanja diarahkan pada kegiatan yang benar-benar produktif, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas layanan publik (pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar).
3.Investasi Jangka Panjang dan Berkelanjutan:
Pembentukan Dana Abadi Daerah, Mengalokasikan sebagian dana, khususnya yang berasal dari sumber tidak terbarukan seperti Dana Bagi Hasil (DBH) Migas, untuk membentuk Dana Abadi Daerah. Dana ini dapat diinvestasikan secara aman dan hasilnya (bunga/dividen) digunakan secara berkelanjutan untuk membiayai program-program prioritas di masa depan, bahkan setelah sumber migas habis.
4.Penyertaan Modal: Menyertakan modal pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau lembaga keuangan daerah (seperti BPR) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memberikan kredit/pembiayaan bagi UMKM, dan menciptakan keuntungan yang kembali ke kas daerah.
5.Pengembangan Infrastruktur Dasar:
Menggunakan dana untuk proyek-proyek infrastruktur strategis yang mendukung aktivitas ekonomi dan mengatasi masalah dasar, seperti penanganan banjir, kekeringan, pembangunan waduk/embung, normalisasi sungai, dan perbaikan jalan desa/kabupaten.
6.Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pelayanan Publik:
Pendidikan dan Kesehatan: Memperbesar alokasi untuk beasiswa, bantuan pendidikan bagi siswa/mahasiswa berprestasi/kurang mampu, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan (jaminan kesehatan, alat kesehatan, dll.).
7.Pelayanan Publik: Modernisasi dan peningkatan pelayanan publik agar lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
8.Penguatan Ekonomi Lokal:
Dukungan UMKM: Memberikan modal, pelatihan, dan pendampingan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bojonegoro, serta memfasilitasi pemasaran produk lokal.
9.Sektor Pertanian: Mengalokasikan dana untuk peningkatan produktivitas pertanian (misalnya irigasi, bantuan alat pertanian, bibit unggul) mengingat Bojonegoro sebagai lumbung pangan.
Inti dari pemanfaatan dana tersebut adalah mengubahnya dari idle cash (uang menganggur) menjadi productive spending (belanja produktif) atau sustainable investment (investasi berkelanjutan) yang manfaatnya langsung terasa dan berjangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.
Penulis:Andik pengamat ekonomi












