BOJONEGORO,Jawakini.com — Peringatan 1.000 hari wafatnya H. Mashad dan Hj. Insiyah pada Kamis (10/9/2026) malam di Kediaman Baureno, Bojonegoro, tidak sekadar menjadi ajang doa bersama. Acara ini juga menjadi panggung penting yang menyoroti potret keteladanan keluarga sekaligus alarm keras bagi darurat kesehatan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.
Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah hadir mewakili Bupati Setyo Wahono yang tengah menjalankan tugas di Jakarta. Dalam sambutannya, mantan Sekda Bojonegoro tersebut mengenang keharmonisan almarhum H. Mashad dan Hj. Insiyah—mantan Pimpinan Cabang Muslimat NU Bojonegoro—yang wafat secara bersamaan pada 14 Desember 2023.
Di balik pesan kesetiaan rumah tangga tersebut, Wabup Nurul Azizah memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan langkah konkret Pemkab Bojonegoro dalam merespons tantangan sektor kesehatan yang kian mendesak.
Gebrakan Layanan Kesehatan dan Ancaman HIV
Menghadapi kebutuhan medis masyarakat yang terus meningkat, Pemkab Bojonegoro menargetkan pengoperasian Rumah Sakit Jiwa di Kalitidu pada akhir tahun ini. Langkah ini diimbangi dengan peningkatan kapasitas layanan unggulan di RSUD, mencakup penanganan penyakit jantung, digital subtraction angiography (DSA), stem cell, kemoterapi, mata, hingga spesialis kandungan.
Namun, di tengah modernisasi fasilitas medis tersebut, Pemkab juga menaruh perhatian serius pada ancaman kasus HIV di Bojonegoro yang memerlukan penanganan terpadu dan agresif dari seluruh elemen masyarakat.

Peringatan Keras dari Tokoh Perempuan NU
Langkah pemkab tersebut berbanding lurus dengan pesan menohok yang disampaikan oleh Nyai Hj. Tjitjik Mursyidah Muqofi dalam sesi mauidhah hasanah. Mantan Ketua PC Muslimat NU Bojonegoro sekaligus Pembina PC IKA PMII Bojonegoro ini melayangkan imbauan tegas kepada para kepala keluarga.
Melihat tingginya angka HIV di Bojonegoro saat ini, Nyai Tjitjik menegaskan bahwa ketahanan keluarga tidak boleh meleng. Kepala keluarga dituntut mengambil peran aktif dalam mengawasi pergaulan anak dan anggota keluarga di era digital yang kian bebas.
Khidmat dalam Doa dan Silaturahmi
Rangkaian pembacaan Yasin dan doa dipimpin oleh KH Musthofa, sementara tahlil dipimpin oleh Habib Muhsin, serta pembacaan shalawat dipimpin oleh Habib Tahak dari Tuban.
Mewakili pihak keluarga, H. Abdul Wahid Syamsuri,dan sekaligus Ketua PC IKA PMII Bojonegoro mengaturkan terima kasih mendalam atas kehadiran sekitar 250 warga dan para tokoh daerah.
Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim H. Budiono, Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro H. Lasuri, Ketua FKUB Bojonegoro H. Hanafi,kepala Kemenag kota madiun H Abdul wahid dan juga H Suprayitno dari Pergunu kab Bojonegoro
Acara yang berlangsung hangat ini menutup malam peringatan dengan pesan kuat: warisan keteladanan almarhum tak hanya dirawat lewat doa, tetapi juga lewat kepedulian nyata terhadap benteng moral dan kesehatan masyarakat Bojonegoro.(Red)












