Ketua MUI Bojonegoro Dukung Independensi Polri di Bawah Presiden demi Keadilan Hukum

BOJONEGORO,Jawakini.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda, memberikan dukungan penuh terhadap pernyataan Kapolri terkait kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tetap berada langsung di bawah koordinasi Presiden, bukan di bawah kementerian.

Dukungan tersebut merespons hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Kapolri dan Komisi III DPR RI di Jakarta, Senin (26/1/2026). Menurut sosok yang akrab disapa Gus Huda ini, struktur Polri saat ini merupakan pilar utama dalam menjaga independensi institusi dari tarikan kepentingan politik praktis.

Mencegah Intervensi Politik

Gus Huda menegaskan bahwa posisi Polri sebagai alat negara yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala Negara akan menjamin profesionalisme dalam penegakan hukum.

“Independensi Polri adalah kunci kepercayaan publik. Dengan posisi langsung di bawah Presiden, Polri dapat bekerja lebih objektif dan terhindar dari intervensi kepentingan sektoral. Ini penting agar penegakan hukum berjalan adil tanpa pandang bulu,” ujar Gus Huda, Kamis (29/1/2026).

Perspektif Keadilan Islam

Sebagai tokoh agama, pengasuh Pondok Pesantren Al-Rosyid ini juga menyoroti aspek moralitas dalam penegakan hukum. Ia menekankan bahwa dalam Islam, hukum harus berorientasi pada kemaslahatan umat dan perlindungan terhadap seluruh elemen bangsa.

“Hukum tidak boleh diskriminatif. Polri memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan ketertiban dan kedamaian guna menjaga persatuan nasional serta keutuhan NKRI,” tambahnya.

Harapan Peningkatan Integritas

Menutup pernyataannya, Gus Huda berharap komitmen yang disampaikan Kapolri dalam RDP tersebut terus diiringi dengan peningkatan:

  • Integritas personel di lapangan.
  • Transparansi dalam setiap proses penyidikan.
  • Kualitas Pelayanan publik yang lebih humanis.

Dengan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, Polri diharapkan semakin solid dalam menjalankan fungsinya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di tengah dinamika sosial tahun 2026 yang semakin kompleks.

Dukungan dari tokoh agama seperti Gus Huda ini diharapkan menjadi suntikan moril bagi institusi Polri untuk terus berbenah dan membuktikan komitmennya sebagai pelindung masyarakat yang profesional, transparan, dan dicintai rakyat.(Red)

Penulis: Agus Pudjianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *