Isu Suksesi Pimpinan Gerindra Bojonegoro, Ini Kata Bupati dan DPP

BOJONEGORO,Jawakini.com — Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menepis rumor yang menyebutkan dirinya akan segera mengambil alih kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Bojonegoro. Nama Setyo Wahono belakangan santer dikabarkan bakal menduduki posisi ketua menggantikan Sahudi, S.E.

“Belum tahu mas,” kata Setyo Wahono saat dikonfirmasi mengenai isu reposisi struktural tersebut melalui pesan WhatsApp, Selasa, (28/7/2026).

Setyo Wahono juga menegaskan bahwa nakhoda parpol berlambang kepala garuda di tingkat kabupaten saat ini masih dipegang oleh ketua yang sah.

“Ngapunten (mohon maaf).. hari ini ketua Mas Sahudi,” tambah sang bupati.

Senada dengan bupati, jajaran pengurus pusat di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra juga mengaku belum mendengar informasi mengenai rencana pergantian pimpinan tersebut. Wakil Sekretaris Jenderal sekaligus Wakil Ketua Majelis Kehormatan Partai (MKP) DPP Gerindra, Wihadi Wiyanto, memberikan jawaban senada saat dimintai konfirmasi.

“Aku malah belum tahu infonya,” tutur Wihadi Wiyanto yang juga merupakan legislator DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur IX (Bojonegoro-Tuban) tersebut melalui pesan singkat.

Di sisi lain, Ketua DPC Gerindra Bojonegoro aktif, Sahudi, terpantau masih melakukan aksi pasif. Sahudi tidak memberikan klarifikasi atau pernyataan apa pun saat dimintai tanggapan mengenai kabar perombakan posisi dirinya di kepengurusan tingkat kabupaten.

Spekulasi pergantian nakhoda parpol di Bojonegoro ini menggelinding di tengah jalannya roda pemerintahan eksekutif. Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bojonegoro sendiri telah berlalu sekitar 1,5 tahun yang lalu.

Kendati demikian, kedekatan historis Setyo Wahono sebagai figur utama yang diusung oleh Partai Gerindra saat berpasangan dengan Nurul Azizah diduga kuat menjadi pemantik mencuatnya isu tersebut. Sejak masa pencalonan, internal Gerindra memang kerap memosisikan sang bupati sebagai bagian dari keluarga besar kader partai.

Merujuk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Gerindra, dinamika kepengurusan di tingkat daerah sepenuhnya berada di bawah kendali pusat. Segala bentuk pergeseran, penyegaran, atau perombakan struktur DPC mutlak menjadi wewenang Ketua Umum DPP Partai Gerindra, melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) resmi.

Dengan adanya jawaban dari Bupati Setyo Wahono dan pengurus DPP Wihadi Wiyanto yang kompak mengaku belum mengetahui isu tersebut, rumor suksesi kepemimpinan sementara ini dipastikan masih sebatas wacana politik.(Bg/Jwk)

Penulis: BgEditor: BG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *