Kepentingan Politik Pilkades Korbankan Nasib Petani

Bojonegoro,Jawakini.com- Salah seorang warga bernama N  Desa Mulyorejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, yang meminta identitasnya dirahasiakan menduga polemik pengelolaan pengairan sawah tidak lepas dari dinamika politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dijadwalkan berlangsung pada 2027 mendatang.

Menurut pengakuannya, di tengah masyarakat beredar isu bahwa pengusaha jasa pengairan sawah, Sugeng, akan maju sebagai calon kepala desa. Sementara di sisi lain, beredar pula isu bahwa kepala desa petahana akan mengusung anggota keluarganya pada Pilkades mendatang.

“Pak Sugeng diisukan akan mencalonkan diri sebagai kepala desa. Sementara isu yang berkembang, kepala desa sekarang akan mencalonkan istri atau anaknya. Menurut dugaan saya, itu yang membuat Pak Sugeng tidak diperbolehkan lagi mengelola pengairan sawah di sini,” ujar pria paruh baya tersebut.(10/7/2026)

Namun demikian, pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi narasumber dan belum mendapat konfirmasi dari pihak-pihak yang disebutkan.

Terlepas dari dugaan tersebut, warga berharap persoalan yang terjadi tidak sampai mengorbankan kepentingan para petani yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

“Kalau memang ada persoalan atau kepentingan lain, seharusnya jangan sampai petani yang menanggung akibatnya. Sebelum menghentikan Pak Sugeng, mestinya sudah disiapkan dulu penggantinya supaya sawah tetap bisa diairi. Jangan kami yang menjadi korban,masak sampai saat ini masih sekitar 50 hektar yang belum diairi” lanjutnya.

Ia menambahkan, berdasarkan kebiasaan musim tanam di wilayah tersebut, pengolahan lahan umumnya sudah dimulai pada April hingga Mei. Namun hingga memasuki Juli 2026, para petani masih belum memperoleh kepastian kapan pasokan air akan kembali mengalir ke area persawahan.

“Biasanya bulan empat atau lima sudah mulai musim tanam. Sekarang sudah masuk bulan tujuh, tetapi kami belum tahu kapan sawah bisa diairi. Yang kami harapkan hanya satu, air segera mengalir agar kami bisa kembali menggarap sawah,” pungkasnya.

Kepala Desa mulyorejo subekhan saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban walaupun sudah ada tanda cengtang biru.(BG)

Penulis: BogangEditor: BG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *