BOJONEGORO,Jawakini.com – Menanggapi simpang siur informasi terkait pembangunan Jembatan penghubung Desa Jelu dan Desa Jampet, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Kepala Desa Jelu, Ridwan, memberikan klarifikasi tegas. Pihak pemerintah desa membantah kabar yang menyebut proyek tersebut mangkrak atau tidak transparan.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa proyek infrastruktur vital tersebut kini telah selesai digarap dan sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.
Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Jumat (12/6/2026), Kepala Desa Jelu, Ridwan, memastikan bahwa pengerjaan fisik jembatan sebenarnya sudah rampung sejak bulan Maret 2026 lalu. Tak hanya itu, kelayakan jembatan tersebut juga sudah ditinjau langsung oleh dinas terkait.
”Bulan Maret kemarin sudah rampung. Bahkan sudah disurvei juga sama pihak PU (Pekerjaan Umum),” terang Ridwan untuk meluruskan informasi yang beredar.
Terkait kendala banjir yang sempat terjadi pada awal masa pengerjaan di Desember 2025, hal itu kini sudah teratasi sepenuhnya. Semua tiang penyangga dan struktur utama jembatan telah berdiri kokoh sesuai perencanaan.
Guna menunjang mobilitas dan urat nadi perekonomian warga, akses jembatan tersebut bahkan sudah dibuka secara terbatas sejak dua bulan lalu.
”Agar tidak simpang siur, fakta di lapangan jembatan sudah bisa dilewati, khususnya untuk kendaraan roda 2. Akses sudah dibuka mulai pertengahan bulan April kemarin,” tambah Ridwan.
Dibukanya akses ini disambut baik oleh warga Desa Jelu dan Jampet. Pasalnya, jembatan ini merupakan jalur strategis anak sekolah, akses ke pasar, hingga jalur evakuasi darurat.

Mengenai papan informasi proyek, Ridwan memastikan semua aspek transparansi sudah dipenuhi di lokasi. Ia juga meluruskan kesalahpahaman terkait anggaran agar tidak menimbulkan salah tafsir di tengah masyarakat. Pengerjaan jembatan ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan tahun anggaran yang berlaku.
”Pengerjaan 100% sesuai anggaran yang ada. Jangan sampai orang yang tidak tahu jadi salah kira. Untuk tahap pengecoran, itu masuk ke dalam anggaran tahun 2026,” tegasnya.
Dengan adanya klarifikasi langsung dari pihak Pemerintah Desa Jelu ini, diharapkan informasi di masyarakat tidak lagi bias. Proyek Jembatan Jelu–Jampet kini telah berdiri dan siap menopang aktivitas harian warga dengan aman. (Red)












