Bentuk Kepedulian, 5.900 Pegiat Keagamaan Lokal di Bojonegoro Terima Insentif Total Rp 7,3 Miliar

BOJONEGORO,Jawakini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah merealisasikan pemberian insentif kepada 5.900 pegiat keagamaan lokal di wilayahnya, dengan total alokasi anggaran mencapai Rp 7,3 miliar. Bantuan finansial yang disalurkan dalam dua tahap ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan moral Pemkab terhadap dedikasi para marbot, modin perempuan, dan ta’mir masjid.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Eko Edi Isnaryanto, menekankan bahwa program ini bukan sekadar bantuan keuangan, melainkan wujud nyata kepedulian dan pengakuan atas peran vital para pegiat keagamaan lokal dalam menjaga keharmonisan sosial serta memperkuat nilai-nilai religius di masyarakat.

Pemberian bantuan insentif ini adalah bentuk penghargaan dan pengakuan atas peran penting mereka dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat nilai-nilai religius di masyarakat,” ujar Eko.

Rincian Penyaluran dan Nilai Insentif

Penyaluran insentif dibagi menjadi dua tahap dengan periode dan penerima yang berbeda:

1. Tahap Pertama (Januari-Agustus 2025)

Total anggaran yang dikucurkan pada tahap ini mencapai Rp 4,3045 miliar. Jika dihitung rata-rata, insentif per orang untuk periode ini adalah sebagai berikut:

-Marbot (3.654 orang): Menerima total Rp 2,56 miliar (sekitar Rp 700.575 per orang).

-Modin Perempuan (993 orang): Menerima total Rp 744,5 juta (sekitar Rp 750.000 per orang).

-Ta’mir Masjid (1.336 orang): Menerima total Rp 1 miliar (sekitar Rp 748.503 per orang).

2. Tahap Kedua (Juni–Agustus 2025)

Total anggaran tahap kedua mencapai Rp 2,6595 miliar. Perkiraan rata-rata insentif per orang dalam tahap ini adalah:

Marbot (3.601 orang): Menerima total Rp 1,62 miliar (sekitar Rp 450.000 per orang).

Modin Perempuan (992 orang): Menerima total Rp 446,4 juta (sekitar Rp 450.000 per orang).

Ta’mir Masjid (1.318 orang): Menerima total Rp 593,1 juta (sekitar Rp 450.000 per orang).

Pemkab Dukung Garda Terdepan Keagamaan

Eko Edi Isnaryanto menegaskan bahwa para penerima insentif ini merupakan garda terdepan dalam menjaga kehidupan keagamaan di tingkat lokal.

Marbot bertugas menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid.

Modin perempuan aktif dalam berbagai kegiatan sosial-keagamaan di masyarakat.

Ta’mir masjid menjadi penggerak utama dalam memakmurkan rumah ibadah.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Pemerintah hadir untuk memberikan dukungan, agar semangat pengabdian mereka tetap terjaga,” pungkas Eko. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pegiat keagamaan lokal dan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan tokoh agama dan masyarakat.

Melalui program insentif ini, Pemkab Bojonegoro tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang penghargaan dan pengakuan terhadap peran tak ternilai para pegiat keagamaan lokal. Diharapkan, dukungan berkelanjutan ini akan semakin memperkokoh fondasi nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat Bojonegoro, sekaligus menjaga semangat pengabdian mereka sebagai garda terdepan kehidupan beragama.(BG)

Penulis: Agus Pudjianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *