Tembus USD 23 Juta,PT ADS Sahkan Laba Besar di RUPS 2025, Segini Jatah untuk Bojonegoro

BOJONEGORO,Jawakini.com – Di balik suasana tenang Ruang Batik Madrim, Gedung Pemkab Bojonegoro, angka-angka fantastis baru saja disahkan. Rabu (01/4/2026), PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk mengunci laporan laba bersih tahun buku 2025 yang menyentuh angka USD23.432.675.

​Angka ini bukanlah sekadar barisan digit di atas kertas, melainkan representasi dari “kekayaan bumi” yang dikelola melalui Participating Interest (PI) Blok Cepu. Namun, di tengah gemerlap dividen jutaan dolar tersebut, sorotan tajam tertuju pada bagaimana pundi-pundi ini benar-benar menyentuh akar rumput di Bojonegoro.

​Membedah Angka: Antara Daerah dan Mitra 

​Dari total laba tersebut, kesepakatan RUPS menetapkan alokasi yang cukup kontras. Setelah dikurangi dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar 2 persen (USD468.653,50), dividen yang dibagikan adalah:

  • Pemkab Bojonegoro :USD 5.741.005,38,pemilik wilayah
  • PT Surya Energi Raya (SER):USD 17.223.016,12,pemegang saham

Meski Pemkab Bojonegoro mendapatkan tambahan dividen dari PT SER sebesar Rp6,4 miliar, ketimpangan nominal antara yang dibawa pulang oleh mitra swasta dengan pemerintah daerah tetap menjadi catatan yang “keras” untuk direnungkan.

Komitmen atau Sekadar Seremonial? 

​Direktur Utama PT ADS, Mohammad Kundori, menyatakan komitmennya untuk mempertahankan kinerja positif dan mewujudkan tata kelola yang lebih baik. Namun, publik tentu menunggu bukti nyata di lapangan melebihi sekadar retorika administratif.

Sementara itu ​Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, memberikan arahan yang cukup tegas di balik nada bicaranya yang tenang. Beliau menekankan dua poin krusial:

  1. ​Efisiensi Anggaran: Menuntut agar setiap rupiah yang masuk tidak habis dalam birokrasi yang gemuk, melainkan efektif sesuai arahan pusat.
  2. ​Keselarasan CSR: Mengingatkan bahwa dana sosial (CSR) tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus “kawin” dengan prioritas pembangunan daerah.

​”Program tanggung jawab sosial dan lingkungan harus selaras dengan prioritas pembangunan pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” tandas Mas Wahono.

​Harapan yang Menggantung 

​RUPS kali ini memang berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Namun, tantangan sesungguhnya bagi PT ADS bukan hanya melaporkan laba tahunan, melainkan membuktikan bahwa keberadaan BUMD ini bukan sekadar saluran distribusi bagi-bagi keuntungan, tetapi mesin penggerak ekonomi yang mampu menekan angka kemiskinan di Bojonegoro.

​Akankah dividen sebesar 22,9 juta dolar ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani di pinggiran hutan atau buruh tani di bantaran Bengawan Solo? Waktu dan transparansi tata kelola pasca-RUPS inilah yang akan menjawabnya.(red)

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *