​Drama PAW Kades Wotan Mundurnya Calon Peringkat Utama Picu Tudingan “Kandidat Boneka”

BOJONEGORO,Jawakini.com – Pelaksanaan Musyawarah Desa Agenda Pengundian Nomor Urut Calon Kepala Desa Pemilihan Antar Waktu (PAW) Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (5/6/2026), diwarnai kejutan politik yang memicu gejolak tanya di tengah masyarakat.

​Intan Kumala, calon yang bertengger di peringkat pertama hasil ujian tulis dengan nilai tertinggi (70,5), secara mendadak mengundurkan diri dari kontestasi. Keputusan sepihak ini diambil kurang dari 24 jam sebelum prosesi pengambilan nomor urut dimulai.

​Mundurnya Intan secara otomatis mengubah peta persaingan. Sesuai regulasi yang berlaku, posisinya digantikan oleh M. Hestu Widiyastono, bakal calon yang sebelumnya berada di peringkat keempat dengan torehan nilai 53.

​Dalam pengundian yang berlangsung di Balai Desa Wotan tersebut, tiga calon yang tersisa resmi ditetapkan dengan nomor urut sebagai berikut:

  • ​Nungki Cahyanti Rahayu (Nomor Urut 1) ​
  • M. Hestu Widiyastono (Nomor Urut 2) ​
  • Anam Warsito (Nomor Urut 3) ​Panitia

​Kendati acara penentuan nomor urut diklaim berjalan tertib dengan pengawalan ketat aparat keamanan dan tokoh masyarakat, mundurnya sang jawara ujian tulis menyisakan kabut tebal. Alih-alih memberikan transparansi, pihak internal Panitia PAW justru terkesan enggan membuka kotak pandora terkait alasan di balik mundurnya Intan Kumala.

​Saat dikonfirmasi melalui saluran pribadi, salah satu anggota Panitia PAW membenarkan informasi pengunduran diri tersebut, namun menolak memberikan rincian lebih lanjut dan melempar tanggung jawab penjelasan kepada pucuk pimpinan panitia.

​“Benar, Intan Kumala mengundurkan diri. Untuk alasannya yang ngerti Ketua Panitia, Mas,” ujarnya retoris, Jumat (5/6/2026).

​Sikap tertutup panitia dan mundurnya kandidat potensial di detik-detik terakhir ini memicu reaksi keras dari warga Desa Wotan. Di kalangan masyarakat, berembus rumor tak sedap bahwa kehadiran calon-calon dari luar desa dalam kontestasi PAW ini diduga kuat hanya sebagai “pemenuh kuota” atau sekadar main-main demi meloloskan kepentingan politik tertentu.

​Warga kini mendesak Ketua Panitia PAW Desa Wotan, Yoyok, untuk segera memberikan klarifikasi terbuka. Masyarakat menuntut penjelasan logis terkait alasan mundurnya Intan, serta menanyakan sejauh mana konsekuensi hukum dan administrasi yang harus ditanggung atas manuver politik yang dinilai merugikan stabilitas demokrasi desa tersebut.

​Sebagai catatan, sebelum drama pengunduran diri ini terjadi, terdapat enam bakal calon yang mendaftar. Melalui seleksi administrasi dan ujian tulis, panitia awalnya meloloskan tiga nama teratas, yakni Intan Kumala (nilai 70,5), Anam Warsito (nilai 70), dan Nungki Cahyanti Rahayu (nilai 58,5).

Pasca-penetapan nomor urut yang sarat dinamika ini, panitia menjadwalkan hari pemungutan suara pada Selasa, 10 Juni 2026 mendatang. Kini, perhatian publik dan aparat keamanan tertuju penuh pada Desa Wotan, guna memastikan tahapan krusial berikutnya berjalan bersih, damai, serta bebas dari segala bentuk intimidasi maupun praktik kecurangan di balik layar. (Red)

 

 

Penulis: RedaksiEditor: BG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *