BOJONEGORO,Jawakini.com – Menjelang gelaran konser musisi legendaris Ari Lasso di Bojonegoro, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat mulai mengambil langkah koordinasi dengan pihak penyelenggara (Event Organizer). Pada pertemuan yang berlangsung Selasa (21/4/2026) tersebut, pihak EO melaporkan angka penjualan tiket yang berada di kisaran 2.000 lembar.
Merespons laporan tersebut, Bapenda Bojonegoro berencana melakukan pengawasan langsung di lokasi saat acara berlangsung. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data yang dilaporkan dengan realitas di lapangan.
Pengawasan Saat Hari-H
Kepala Bidang Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Renbang) Bapenda, Erry Tjatur Hananto, menjelaskan bahwa pihaknya akan menerjunkan tim khusus untuk memantau situasi di area konser.
”Nanti pada waktu acara, ada tim Bapenda yang melaksanakan pengecekan lapangan,” ungkap Erry saat memberikan keterangan pada Rabu (22/4/2026).
Meski demikian, Erry belum merinci secara teknis apakah pengecekan tersebut mencakup verifikasi sistem tiket digital atau sekadar observasi jumlah massa yang hadir. Langkah ini pun memicu diskusi terkait efektivitas pengawasan pajak hiburan di Bojonegoro.
Sorotan Terhadap Celah Transaksi
Di sisi lain, mekanisme pengawasan yang bersifat situasional ini mendapat perhatian dari pemerhati kebijakan publik. Ketua LSM Angling Dharma, M. Nasir, berpendapat bahwa pengawasan pajak seharusnya dilakukan sejak fase distribusi tiket untuk menghindari potensi kebocoran.
Menurut Nasir, pengecekan yang dilakukan saat acara berlangsung cenderung hanya bersifat administratif secara kasatmata. Tanpa adanya sinkronisasi data dari hulu—seperti akses ke platform penjualan online maupun pelacakan distribusi voucher—transparansi laporan pajak dikhawatirkan tidak optimal.
Sebelumnya, dinamika koordinasi antara pemkab dan penyelenggara sempat mencuat setelah Kepala Bapenda Bojonegoro, Yusnita Liasari, mengungkapkan bahwa pihaknya baru melakukan pemanggilan EO lima hari menjelang acara.
Minimnya informasi awal terkait agenda hiburan besar ini disinyalir menjadi alasan mengapa langkah-langkah verifikasi baru bisa dilakukan di waktu yang sangat mepet.
Kondisi di Lapangan saat ini
- Laporan EO: Estimasi tiket terlaporkan ±2.000 lembar.
- Langkah Bapenda: Monitoring lapangan saat hari pelaksanaan. Tantangan:
- Potensi selisih antara distribusi voucher fisik dengan penjualan resmi yang belum terverifikasi secara digital.
Hingga saat ini, pihak penyelenggara konser Ari Lasso belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut mengenai mekanisme verifikasi tiket maupun total produksi tiket yang dilepas ke publik. Publik kini menanti sejauh mana pengawasan lapangan ini mampu menjamin akuntabilitas pajak daerah dari sektor hiburan.(red)












