Bojonegoro Jawakini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di sektor tembakau dengan secara resmi memulai penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran (TA) 2025. Penyaluran masif ini dikoordinasikan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro.
Peluncuran Simbolis dan Total Anggaran Fantastis
Penyaluran simbolis untuk kali kedua ini digelar pada Kamis, 30 Oktober 2025, bertempat di kantor PT Putra Jaya Sakti Perkasa di Desa Pasinan, Kecamatan Baureno. Acara ini dihadiri oleh perwakilan penerima manfaat, terdiri dari 95 orang buruh pabrik dan 5 orang buruh tani tembakau, yang mewakili ribuan penerima lainnya di seluruh kabupaten.
Kepala Dinas Sosial, Agus Susetyo Hardiyanto, dalam laporannya mengungkapkan bahwa total anggaran BLT DBHCHT 2025 mencapai angka fantastis, yakni Rp 33,6 miliar. Dana ini merupakan bagian dari anggaran P-APBD tahun 2025.
Detail Penerima Manfaat
Dana sebesar Rp 33,6 miliar tersebut akan didistribusikan kepada 18.695 penerima manfaat di seluruh Kabupaten Bojonegoro. Rincian penerima tersebut meliputi:
- 15.753 pekerja pabrik rokok.
- 2.942 pekerja tani tembakau.
“BLT DBHCHT ini masuk dalam anggaran P-APBD tahun 2025. Semoga penyaluran ini dapat memberikan manfaat nyata di sektor tembakau, khususnya bagi buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok, serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat,” jelas Agus Susetyo Hardiyanto.
Tantangan dan Komitmen Pemkab Bojonegoro
Meski penyaluran berjalan lancar, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, usai penyerahan simbolis, menyampaikan adanya tantangan besar yang akan dihadapi di tahun mendatang.
“Tahun depan pendapatan DBHCHT ada pengurangan sekitar 50 persen,” ungkap Bupati Setyo Wahono.
Namun, Bupati menegaskan bahwa Pemkab Bojonegoro akan terus berupaya keras agar kebijakan pengurangan dana ini tidak berdampak pada berkurangnya jumlah warga penerima manfaat.
Bupati Setyo Wahono juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinsos dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) atas kerja keras mereka dalam menyalurkan BLT ini. “Kami berterima kasih sekali kepada Dinsos dan Disperinaker yang telah bergelut langsung dengan penyaluran BLT DBHCHT ini, Semoga memberikan manfaat bagi keluarga penerima manfaat,” tambahnya.
Direktur PT Putra Jaya Sakti Perkasa, Bagus Darsono, menyambut baik inisiatif ini dan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Pemkab Bojonegoro menjadikan perusahaannya sebagai lokasi penyerahan simbolis. “Kegiatan ini sangat penting bagi para pekerja di sektor industri tembakau. Semoga para pekerja menjadi semangat, agar kita bisa terus bersinergi dan berkontribusi bagi bangsa dan negara,” tutup Bagus Darsono.
Dengan dimulainya penyaluran BLT DBHCHT 2025 ini, Pemkab Bojonegoro menegaskan kembali perannya dalam menjaga ketahanan sosial. Harapannya, dana sebesar Rp 33,6 miliar ini dapat berfungsi sebagai jaring pengaman ekonomi yang nyata, meringankan beban, dan meningkatkan kesejahteraan hampir 19 ribu pekerja di sektor tembakau di tengah tantangan ekonomi dan ancaman pengurangan dana di tahun-tahun mendatang.(Red)












