Bojonegoro,jawakini.com – Trotoar di Jalan Lettu Suwolo, Bojonegoro, kini memunculkan pemandangan yang jauh dari kata rapi. Area yang seharusnya menjadi jalur aman bagi pejalan kaki justru disulap menjadi tempat bongkar muat barang bekas oleh salah satu pengepul rongsokan di kawasan itu.
Akibatnya, truk-truk besar kerap berhenti di tepi jalan dan menutupi sebagian trotoar, membuat pengguna jalan terganggu dan pejalan kaki harus turun ke badan jalan. Warga sekitar mengeluhkan kondisi ini yang sudah berlangsung cukup lama tanpa penertiban berarti.
“Trotoarnya jadi kotor dan semrawut, padahal itu ruang publik. Kalau dibiarkan terus, wajah kota kita jadi kelihatan kumuh,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain mengganggu lalu lintas, aktivitas tersebut dinilai mencoreng estetika kota Bojonegoro yang selama ini berupaya menampilkan wajah bersih dan tertib. Ironisnya, hingga kini belum terlihat langkah nyata dari aparat terkait untuk melakukan penertiban.
Pengusaha rongsokan yang disebut-sebut sebagai Haji (inisial H) belum memberikan keterangan saat dimintai konfirmasi oleh media.
Sementara itu, pihak Satpol PP dan dinas perhubungan Bojonegoro juga belum terkonfirmasi.Kondisi ini memunculkan kritik publik bahwa aturan hanya tegas di atas kertas, tetapi lemah dalam pelaksanaan di lapangan.
Trotoar semestinya menjadi simbol keteraturan kota dan peradaban publik, bukan sekadar ruang yang bisa dipakai sesuka hati.
Jika dibiarkan tanpa tindakan, bukan hanya arus lalu lintas yang terganggu, tetapi juga citra estetika Bojonegoro sebagai kota yang tertib dan nyaman akan memudar.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan penertiban dan penataan kawasan, agar ruang publik benar-benar kembali pada fungsi semestinya.(BG)












