BOJONEGORO,Jawakini.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mempercantik tata kota melalui pembangunan trotoar yang bersih dan ramah pejalan kaki mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Namun, keindahan fasilitas publik tersebut kini ternoda oleh pemandangan kabel yang menjuntai tidak beraturan di sepanjang kawasan jalan protokol.
Salah satu titik yang paling disorot adalah di depan bangunan SMA Negeri 4 Bojonegoro, Jalan AKBP M. Suroko. Berdasarkan laporan dan rekaman video warga yang beredar, tampak lilitan kabel udara yang semrawut, bahkan beberapa di antaranya menjuntai sangat rendah hingga menyentuh pagar sekolah dan melintang di atas ubin pemandu (guiding block) bagi penyandang disabilitas.
Kondisi ini dinilai sangat kontras dengan keindahan trotoar baru yang sudah tertata rapi. Warga menyayangkan jika penataan kota yang sudah menelan anggaran tidak sedikit ini harus berkurang estetikanya akibat kendala teknis kabel utilitas yang dibiarkan begitu saja.
”Trotoarnya sebenarnya sudah sangat bagus, bersih, dan nyaman. Tapi sayang sekali pemandangan kabel yang semrawut ini sangat mengurangi keindahan kota kita. Bahkan ada kabel yang sampai menjuntai ke bawah menghalangi jalan,” ujar mbah Dul, warga dalam laporannya yang ditujukan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Selain masalah estetika, keberadaan kabel yang menjuntai di atas jalur pemandu tunanetra juga berpotensi membahayakan keselamatan pejalan kaki, khususnya bagi warga berkebutuhan khusus yang memanfaatkan fasilitas tersebut.
Masyarakat berharap Pemkab Bojonegoro bersama instansi terkait atau pemilik utilitas kabel tersebut dapat segera mengambil tindakan nyata. Penertiban atau penataan ulang kabel-kabel udara menjadi langkah yang dinantikan agar keserasian wajah kota tetap terjaga.
Sinergi antara pembangunan infrastruktur jalan dan penataan jaringan utilitas kini menjadi PR penting yang harus segera diselesaikan. Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari pihak berwenang agar trotoar indah kebanggaan Bojonegoro ini tidak hanya estetik, tetapi juga benar-benar aman dan ramah bagi seluruh pejalan kaki tanpa terkecuali.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat terus menyuarakan harapannya agar sinergi antara pembangunan infrastruktur fisik dan penataan jaringan utilitas dapat berjalan beriringan demi mewujudkan Bojonegoro yang rapi, indah, dan aman bagi semua warganya.(Red)












