​Transformasi Ketahanan Pangan, Perumda BPM Targetkan Digitalisasi Penuh pada 2030

BOJONEGORO,Jawakini.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bojonegoro Pangan Mandiri (BPM) resmi menyusun peta jalan strategis melalui Rencana Bisnis 2026–2030. Fokus utama perusahaan pelat merah ini adalah membangun ekosistem pangan yang modern, digital, dan berkelanjutan guna mendongkrak kesejahteraan petani di Kabupaten Bojonegoro.

​Direktur Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri, Choirul Huda, menjelaskan bahwa visi besar perusahaan adalah memperkuat kemandirian pangan daerah melalui rantai pasok yang efisien berbasis teknologi data.

​”Kami ingin menghadirkan sistem digital terpadu. Mulai dari pantaun produksi di lahan, manajemen distribusi, hingga pemasaran hasil pertanian secara luas,” ujar Choirul Huda.

Tahapan Strategis 2026–2030 

Perumda BPM telah membagi target capaian dalam beberapa tahapan krusial:

  • ​Tahun 2026: Fokus pada konsolidasi internal dan penguatan fondasi melalui program contract farming modern. Perumda juga akan mengintegrasikan pembiayaan bagi petani lewat skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).
  • ​Tahun 2027–2028: Optimalisasi produksi dilakukan melalui pendampingan teknis bersama penyuluh pertanian. Selanjutnya, perusahaan akan melakukan diversifikasi komoditas untuk memperkuat ketahanan sektor pertanian.
  • ​Tahun 2029–2030: Akselerasi digitalisasi manajemen secara menyeluruh. Puncaknya pada 2030, Perumda menargetkan ekspansi pasar regional agar produk asli Bojonegoro mampu bersaing di kancah nasional.

​Salah satu indikator keberhasilan yang dipatok adalah peningkatan transaksi digital. Perumda menargetkan penjualan melalui platform digital mencapai minimal 5 persen pada tahun pertama dan melonjak hingga 20 persen pada akhir 2030.

Keunggulan Produk “Rojo Nogo” dan Monitoring Harga 

​Untuk memberikan kepastian harga bagi petani, Perumda memperkuat kolaborasi dengan 28 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang tersebar di seluruh kecamatan melalui pola contract farming.

​Beras lokal premium dengan merek “Rojo Nogo” diproyeksikan menjadi produk unggulan yang menyasar pasar ASN, instansi pemerintah, hingga ritel modern. Tak hanya itu, Perumda juga tengah menyiapkan dashboard monitoring harga gabah real-time di tingkat kecamatan untuk menjaga transparansi harga.

Dukungan Legislatif 

​Rencana ambisius ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri. Ia menilai langkah Perumda BPM sudah menjawab tantangan zaman dan kebutuhan mendasar petani lokal.

​“Konsep ini sangat komprehensif. Tidak hanya bicara soal dagang, tapi juga menyentuh aspek digitalisasi dan kepastian harga di tingkat petani. Ini langkah konkret menuju kemandirian pangan,” ungkap Lasuri.

​Meski memberikan dukungan penuh, Lasuri mengingatkan agar rencana besar ini tidak sekadar menjadi dokumen di atas meja. Ia menekankan pentingnya eksekusi di lapangan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Bulog, koperasi, dan UMKM.

​“Harapannya, target ini benar-benar diwujudkan dalam program nyata yang dampak positifnya dirasakan langsung oleh masyarakat dan petani Bojonegoro,” pungkasnya.(Red)

 

 

Penulis: RedaksiEditor: BG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *