BOJONEGORO,Jawakini.com – Masa reses I tahun 2026 dimanfaatkan Mustakim, DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kabupaten Bojonegoro untuk menyerap aspirasi warga kecamatan kota Bojonegoro. Dalam reses yang dilaksanakan di Kelurahan Ledokwetan, Rabu (4/2/2026) kebanyakan menyampaikan aspirasi tentang pembangunan pasar kota yang akan dilaksanakan Pemkab Bojonegoro tahun anggaran 2026.
Salah satu warga Kelurahan Ledokwetan, Pardi, menyampaikan aspirasi agar warga sekitar pasar mendapat prioritas salam pembagian stand pasar nantinya.
“Jangan sampai kami pedagang pasar tidak kebagian stand. Lantaran diserbu pedagang dari jauh. Kami mayoritas kami menggantungkan hidup dari pasar,” ungkap pria setengah baya itu dengan nada serius.

Utomo, warga yang lain juga menyampaikan, agar tempat penampungan pedagang sementara tidak jauh dari lokasi pasar yang akan dibangun ulang. “Syukur-syukur ditaruh di halaman gedung serbaguna. Biar tidak menyulitkan,” tandas Utomo.
Nasir, salah satu peserta dari Kelurahan Banjarjo mengungkapkan, dirinya sebagai pedagang burung di pasar burung nyaris tidak mendapat stand selepas dibangun. Hal itu, menurutnya, lantaran banyak pedagang baru dari jauh yang tiba-tiba mendapat lebih dari satu stand. “Mosok harus protes dulu pak?!. Jangan aampai kejadian saya terulang di pasar kota,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Mustakim menyatakan, akan membawa aspirasi tersebut kepada Pemkab Bojonegoro, khususnya Dinas yang berwenang mengelola pasar.
“Saya kira ini hal serius yang harus menjadi perhatian Pemkab. Pembangunan ulang pasar jangan sampai malah merugikan pedagang dan warga sekitar pasar,” jawab Sekretaris Komisi A DPRD Bojonegoro dari PKB tersebut.(Red)












