GEGANA POLITIK JATIM! DPC GERINDRA BOJONEGORO ‘TENDANG’ PROJO: HARAMKAN PARTAI JADI BENGKEL KASUS HUKUM!

BOJONEGORO,Jawakini.com — Palu godam DPC Partai Gerindra Kabupaten Bojonegoro telah ditabuhkan, mengirimkan gelombang kejut yang mengguncang dinamika politik nasional. Dalam sebuah pernyataan politik yang nyaris tak tertandingi ketegasannya, Gerindra Bojonegoro secara mentah-mentah menolak keinginan organisasi relawan PROJO, yang dipimpin Budi Arie Setiadi, untuk bergabung dengan partai. Penolakan ini bukan sekadar penolakan administratif, melainkan sebuah deklarasi perang terhadap potensi kontaminasi citra dan moral partai.

Keputusan keras ini segera menjadi sorotan, terutama setelah Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi, menyatakan hasratnya untuk merapat ke Gerindra dalam Kongres ke-3 PROJO.

DI BALIK PINTU BAJA: DUA ALASAN TAK TERBANTAHKAN

Suprapto, Sekretaris DPC Partai Gerindra Bojonegoro, tampil bak benteng, menegaskan bahwa penolakan ini berakar pada dua pilar yang tak dapat diganggu gugat:

  1. Pelanggaran Mekanisme Baku Partai: “Kami DPC Partai Gerindra Bojonegoro menyatakan dengan tegas dan tanpa kompromi menolak keinginan tersebut. Partai Gerindra adalah organisasi politik serius yang memiliki mekanisme perekrutan anggota, kader, maupun pengurus yang ketat dan berdisiplin tinggi. Gerindra bukan open house bagi siapa pun yang tiba-tiba ingin masuk,” cetus Suprapto dengan nada meninggi kepada awak media  Jum’at (7/11/2025).
  2. Ancaman Kanker Citra Partai (Skandal Judi Online): Poin kedua menjadi inti ledakan penolakan ini. Suprapto secara eksplisit menunjuk pada bayang-bayang kasus Judi Online (Judol) yang sempat menyeret bawahan Budi Arie Setiadi saat menjabat Menteri Komunikasi dan Informasi di rezim sebelumnya.”Ada kekhawatiran fatal di kubu kami, bahwa maksud terselubung Budi Arie merapat ke Partai Gerindra hanya sebagai sarana untuk berlindung dan meloloskan diri dari jeratan kasus hukum yang menghantuinya. Kami tegaskan: Partai Gerindra haram menjadi tempat berlindung, persembunyian, atau bengkel politik bagi individu yang terindikasi terlibat dalam permasalahan hukum. Kami menolak keras persepsi publik bahwa Gerindra adalah suaka bagi orang-orang bermasalah!” tandas Suprapto, mewakili kemarahan DPC.

FRONT JAWATIMUR SOLID: SURAT PERANG UNTUK DPP

Penolakan ini dipastikan bukan sekadar riak lokal dari Bojonegoro. Suprapto mengungkapkan bahwa seluruh DPC Partai Gerindra se-Jawa Timur telah mengambil sikap politik yang solid dan seragam.

“Bukan hanya kami yang melakukan penolakan ini, tapi DPC-DPC lain se-Jawa Timur berdiri tegak dalam barisan yang sama. DPC Gresik, DPC Batu, DPC Probolinggo, dan DPC Tulungagung telah menyuarakan hal yang identik,” ungkapnya.

Koalisi tegas DPC Gerindra se-Jawa Timur kini mengambil langkah politik yang lebih jauh. “Kami semua DPC Partai Gerindra se-Jawa Timur akan segera mengirimkan Surat Resmi yang keras kepada DPP Partai Gerindra di Jakarta atas sikap penolakan kami ini,” tutup Suprapto, mengirimkan sinyal bahwa resistensi di akar rumput terhadap PROJO akan dibawa ke meja pimpinan pusat, menuntut DPP mengambil sikap yang sama tegasnya.(BG)

Penulis: Agus Pudjianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *