BOJONEGORO,Jawakini.com – Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi Partai Golkar, Sigit Kushariyanto, SE., MM., menggelar Reses Masa Sidang I Tahun 2026 di Kantor PEPABRI, Jl. Diponegoro No. 79, Bojonegoro, Jumat (6/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Sigit menerima berbagai usulan krusial yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat di Dapil I.
Setidaknya ada tiga isu utama yang menjadi sorotan warga dalam dialog interaktif tersebut:
1. Ancaman Abrasi Bengawan Solo
Warga menyampaikan kekhawatiran terkait tingginya intensitas abrasi di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo, khususnya di wilayah Kelurahan Jetak hingga Ledok Kulon. Kondisi ini dinilai membahayakan pemukiman dan infrastruktur warga jika tidak segera mendapatkan penanganan teknis dari pemerintah daerah maupun balai besar wilayah sungai.
2. Jaminan Kesehatan bagi Pensiunan (PEPABRI)
Pengurus dan anggota PEPABRI mengusulkan adanya perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terkait jaminan kesehatan bagi para pensiunan. Mengingat faktor usia yang rentan, mereka berharap Pemkab dapat memberikan skema pelayanan kesehatan yang lebih aksesibel dan terjamin bagi para purnawirawan.
3. Stabilitas Sektor Pertanian di Semanding
Perwakilan warga dari Desa Semanding menitipkan aspirasi terkait sektor pertanian. Mereka berharap pemerintah dapat menjamin kemudahan akses mendapatkan pupuk serta menjaga stabilitas harga gabah saat musim panen tiba agar petani tidak terus-menerus merugi.

Menanggapi rentetan usulan tersebut, Sigit Kushariyanto menegaskan bahwa dirinya akan memperjuangkan aspirasi ini secara maksimal di kursi legislatif.
“Semua usulan, mulai dari penanganan abrasi, jaminan kesehatan untuk orang tua kita di PEPABRI, hingga masalah pupuk, telah kami catat dengan seksama. Aspirasi ini akan saya bawa ke rapat dewan untuk dibahas dan diupayakan agar disetujui serta masuk dalam program prioritas pemerintah,” tegas Sigit yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar.
Ia menambahkan bahwa peran DPRD adalah memastikan anggaran daerah benar-benar dialokasikan untuk menyelesaikan persoalan riil yang dihadapi rakyat di lapangan.
Kegiatan reses ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengawal usulan tersebut hingga terealisasi. Kehadiran Sigit di tengah konstituen ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjembatani kebutuhan warga dengan kebijakan pemerintah daerah.(BG)












