BOJONEGORO,Jawakini.com – Di tengah gencarnya retorika pembangunan desa, sebuah potret kontras tersaji di RT 15 RW 05,Desa Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo. Jalan lingkungan yang menjadi urat nadi perekonomian petani untuk mengangkut hasil bumi hingga kini dilaporkan dalam kondisi rusak berat. Warga mengeluh, jalur vital tersebut seolah terlupakan dari agenda pembangunan meskipun dampaknya nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Jeritan Petani dan Tudingan “Janji Manis”
Berdasarkan konfirmasi di lapangan pada Sabtu (17/1/2026), kekecewaan warga telah mencapai puncaknya. JK salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang parah ini sudah lama dikeluhkan namun tidak pernah mendapatkan respons konkret dari Pemerintah Desa (Pemdes) Tambakrejo.
”Jalan di lingkungan ini memang sudah parah, Mas, dan tidak pernah dibangun. Pemdes bahkan tidak pernah memberikan urukan pedel, padahal sudah dilapori banyak warga. Kalau kayak gini, petani sangat terhambat memasarkan hasil tani. Pemerintah desa hanya janji-janji saja,” tegas Jk dengan nada kecewa.
Pengabaian ini memicu pertanyaan besar mengenai kepatuhan Pemdes terhadap UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Permendesa PDTT, yang mengamanatkan bahwa pembangunan sarana prasarana desa harus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar dan penguatan ekonomi warga.
Respons Kepala Desa: Dalih Proyek Drainase
Menanggapi polemik tersebut, Kepala Desa Tambakrejo, Basiman, akhirnya memberikan penjelasan. Saat dikonfirmasi oleh media jawakini.com, Basiman menyatakan bahwa kerusakan jalan tersebut merupakan dampak dari pekerjaan infrastruktur lain yang sedang berjalan.
”Keadaan sekarang itu juga disebabkan ada pembangunan drainase, makanya jalannya rusak. Kami akan memanggil pelaksana proyek drainase untuk merapikan pekerjaannya,” ujar Basiman.
Mengenai keluhan warga yang merasa dianaktirikan, Basiman berkilah bahwa pihaknya harus mengatur skala prioritas. Ia juga mengklaim bahwa pemberian pedel sebenarnya pernah dilakukan di masa lalu, meski diakui sudah cukup lama.
Janji “Minggu Depan” Sebagai Taruhan
Sebagai solusi jangka pendek, Kades Basiman menjanjikan tindakan nyata dalam waktu dekat untuk meredam kekecewaan warga.
”Untuk jalan lingkungan yang di RT 15 akan kita kasih pedel minggu depan. Kita masih memprioritaskan jalan lingkungan mana yang kita dulukan,” tambahnya.
Pernyataan ini kini menjadi “bola panas” di tangan pemerintah desa. Publik dan warga RT 15 akan menaruh mata pada realisasi janji tersebut. Apakah material pedel benar-benar akan tiba minggu depan untuk memulihkan akses ekonomi petani, ataukah penjelasan ini hanya akan menambah panjang deretan janji yang pernah dikeluhkan warga sebelumnya?
Integritas Pemerintah Desa Tambakrejo kini sedang dipertaruhkan di atas jalan berlumpur yang setiap hari harus dilalui para petani.(Red)












