BOJONEGORO,Jawakini.com — Dinamika internal DPD Partai NasDem Kabupaten Bojonegoro kini tengah menjadi sorotan publik. Pasca-mundurnya Suhadi Mulyono dari kursi ketua, roda organisasi partai restorasi di tingkat daerah ini tampak berjalan di ruang samar. Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai sosok yang mengisi tampuk kepemimpinan, baik sebagai ketua definitif maupun Pelaksana Tugas (Plt).
Kekosongan struktur puncak ini tak pelak memicu kecemasan di tingkat akar rumput. Konsolidasi organisasi yang seharusnya terus bergerak dinilai mengalami stagnasi akibat ketiadaan komando yang jelas.
Salah seorang pengurus tingkat kecamatan (DPC) yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kebingungan para kader di lapangan terkait arah kepemimpinan DPD saat ini.
”Saya ini pengurus kecamatan, tetapi sampai saat ini belum tahu siapa ketua kami di DPD. Kami seperti kehilangan nahkoda,” ujarnya dengan nada prihatin.
Kondisi ini menimbulkan spekulasi dan pertanyaan kritis dari publik setempat: sejauh mana kesiapan dan soliditas keorganisasian partai dalam merespons dinamika politik daerah jika struktur kunci di tingkat kabupaten dibiarkan tanpa kepastian?
Saat dikonfirmasi mengenai kepastian figur pemegang tongkat estafet kepemimpinan di Bojonegoro, Sekretaris DPD NasDem Bojonegoro, Hely Suharjono, memberikan respons singkat. Ia menegaskan bahwa penentuan struktur pengurus saat ini sepenuhnya berada dalam mekanisme kewenangan pimpinan pusat.
”Sekarang lagi berproses di DPP,” jawab Heli singkat.(13/8/2026)
Jawaban diplomatis tersebut belum sepenuhnya mengurai teka-teki yang berkembang. Di satu sisi, proses di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) memang merupakan prosedur formal dalam mekanisme partai. Namun di sisi lain, ketidakpastian yang berlarut-larut berpotensi menguji soliditas internal serta persepsi publik terhadap efektivitas manajemen organisasi DPD NasDem Bojonegoro.(bg)












