Upaya Dinpusip Bojonegoro Menata Masa Depan Literasi Desa

BOJONEGORO,Jawakini.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Bojonegoro terus berkomitmen meningkatkan kualitas literasi hingga ke tingkat akar rumput. Melalui program Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Perpustakaan, pemerintah daerah berupaya meletakkan fondasi manajemen yang profesional bagi pengelola literasi di desa.

​Menanggapi pandangan mengenai relevansi program tersebut dengan ketersediaan fisik perpustakaan, Kepala Dinpusip Bojonegoro, Erick Firdaus, S.T., memberikan penjelasan komprehensif. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi jemput bola untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) di lapangan.

Fokus pada Kesiapan Pengelola

​Erick menegaskan bahwa pelaksanaan Bimtek bukan tanpa sasaran yang jelas. Program ini justru menyasar entitas-entitas literasi yang sudah aktif dan memiliki potensi besar untuk berkembang.

​Sasaran Prioritas: Bimtek kali ini difokuskan pada 10 desa strategis yang telah merintis layanan perpustakaan.

​Pemberdayaan Komunitas: Selain perangkat desa, kegiatan ini juga merangkul para pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang selama ini menjadi garda terdepan literasi di desa.

​”Kami melaksanakan ini bukan berarti desa-desa tersebut tidak memiliki wadah. Ada 10 desa yang kami bimtek, termasuk beberapa taman baca. Tujuannya jelas, agar mereka memahami bagaimana mengelola perpustakaan dengan standar yang baik sejak dini,” ujar Erick pada Sabtu (2/5/2026).

Menuju Era Perpustakaan Digital

​Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Dinpusip Bojonegoro memandang bahwa pembangunan literasi tidak lagi bisa hanya terpaku pada gedung fisik semata. Digitalisasi menjadi solusi konkret untuk mengatasi keterbatasan akses geografis dan infrastruktur.

​Dalam Bimtek tersebut, para peserta dibekali kemampuan untuk mengoperasikan platform digital. “Karena sekarang sudah era digitalisasi, kami juga mengajarkan bagaimana mengelola dan membaca melalui e-book. Jadi, keterbatasan fisik buku bukan lagi hambatan utama bagi warga untuk mengakses informasi,” tambah Erick.

Membangun Sistem Sebelum Fisik

​Langkah Dinpusip ini dinilai sebagai upaya preventif agar ketika infrastruktur fisik nantinya terbangun, desa sudah memiliki tenaga ahli yang siap bekerja. Penyiapan sistem tata kelola, pengarsipan, hingga layanan berbasis digital diharapkan dapat menciptakan ekosistem literasi yang modern dan berkelanjutan di Bojonegoro.

​Melalui sinergi antara peningkatan kapasitas SDM dan adaptasi teknologi, Pemkab Bojonegoro optimis bahwa kualitas literasi masyarakat desa akan meningkat, selaras dengan semangat transformasi digital yang tengah digalakkan secara nasional.(BG)

Penulis: Bogang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *