Foto:dok ist
BOJONEGORO,Jawakini.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tengah mengirimkan pesan kuat mengenai komitmen pemerataan layanan kesehatan. Bukan sekadar wacana, operasional RSUD Temayang kini memasuki fase krusial: pematangan total. Rumah sakit yang diproyeksikan menjadi benteng kesehatan di wilayah selatan ini sedang melakukan finalisasi persyaratan administratif dan teknis guna memastikan standar keselamatan pasien tidak ditawar sedikit pun.
Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiyati, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru tanpa persiapan matang. Ketegasan ini diambil demi menjamin mutu layanan sejak hari pertama pintu rumah sakit dibuka.
“Prinsip kami, ketika izin operasional terbit, seluruh layanan sudah benar-benar siap dijalankan dengan standar mutu dan keselamatan pasien yang optimal,” tegas Ninik pada Selasa (03/03/2026).
Amunisi Medis 12 Spesialis di Garis Depan
Keseriusan Pemkab Bojonegoro tercermin dari komposisi Sumber Daya Manusia (SDM) yang telah disiagakan. RSUD Temayang tidak hadir sebagai fasilitas “kelas dua”. Dengan standar Rumah Sakit Tipe C, rumah sakit ini telah mengunci kesiapan:
- 12 Dokter Spesialis yang siap bertugas penuh.
- Tim medis pendukung yang komplet: Dokter umum, dokter gigi, perawat, hingga bidan.
- Tenaga penunjang ahli: Apoteker, analis laboratorium, radiografer, nutrisionis, hingga teknisi elektromedis.
Infrastruktur Tanpa Kompromi
Bukan hanya soal SDM, RSUD Temayang juga dipersenjatai dengan fasilitas medis mutakhir yang siap tempur. Pemkab memastikan seluruh instrumen pendukung telah terinstalasi, mulai dari:
- Layanan Kritis: IGD, ruang operasi, dan ruang perawatan intensif.
- Diagnostik Modern: Laboratorium lengkap, Radiologi, hingga pemindaian CT Scan.
- Fasilitas Penunjang: Instalasi Farmasi, Gizi, CSSD, hingga ruang isolasi dan pemulasaraan jenazah.
Memutus Rantai Rujukan Panjang
Kehadiran RSUD Temayang adalah jawaban atas tantangan geografis yang selama ini menghantui warga wilayah selatan. Selama bertahun-tahun, akses kesehatan seringkali terhambat oleh jarak tempuh menuju pusat kota.
Dengan operasional penuh RSUD ini, Pemkab Bojonegoro secara efektif memutus rantai birokrasi rujukan yang melelahkan. Harapannya jelas: penanganan medis yang cepat berarti nyawa yang terselamatkan.
Pemkab optimistis bahwa integrasi antara ketajaman tenaga medis dan kelengkapan fasilitas ini akan menjadikan RSUD Temayang sebagai poros baru kekuatan sistem kesehatan daerah yang berkelanjutan.(Red)












