PAMEKASAN,Jawakini.com – Sebanyak 56 siswa SDN Barurambat Timur 2 mengikuti sosialisasi anti-bullying yang diselenggarakan oleh Kelompok 31 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Trunodjoyo Madura pada Senin (6/1/2026). Program ini meraih peringkat juara 3 dalam kategori Program KKN Terbaik Bidang Pendidikan dan Karakter Siswa, mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak kampus karena dampaknya yang nyata bagi lingkungan sekolah.
Kegiatan yang bersifat interaktif ini berlangsung di sekolah yang berlokasi di Jalan Veteran Gang 8 Nomor 12, Kelurahan Barurambat Utara, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.
Sosialisasi yang bertujuan membangun lingkungan sekolah aman dan nyaman mendapatkan respons positif dari para siswa. Acara dibuka dengan sambutan perwakilan mahasiswa KKN, R. Moh. Rizqi D.S.
“Salam sejahtera teman-teman! Kami senang bisa berkumpul dengan kalian. Bullying bisa membuat teman merasa tidak aman di sekolah. Kita harus mengenali dan mencegahnya agar sekolah jadi tempat yang nyaman untuk belajar dan berteman. Mari kita ciptakan lingkungan yang penuh kasih dan penghormatan!,” ucap Moh. Rizqi.
Dalam sesi pemaparan materi, tim KKN menjelaskan bahwa bullying adalah perbuatan jahat yang dilakukan sengaja terhadap orang lain. Materi mencakup jenis-jenis bullying: fisik (menendang, memukul), verbal (menghina, berkata kasar), dan sosial (menyebarkan gosip, mengucilkan).

Para siswa juga diajarkan tentang penyebab bullying. Dari sisi korban: perbedaan penampilan atau latar belakang, kurang percaya diri, sulit bergaul. Dari sisi pelaku: ada masalah pribadi, pernah jadi korban, iri, cari perhatian, atau tidak bisa kontrol emosi.
Antusiasme siswa terlihat di sesi tanya jawab. Vesha (Kelas 6) menjawab soal bentuk bullying dengan tepat, sedangkan Alvan (Kelas 3) bertanya mengapa ada yang melakukan bullying. Tania (Kelas 4) menjawab bahwa salah satu alasannya adalah rasa iri – bukti materi bisa dipahami dengan baik.
Sesi menarik adalah ketika empat siswa berbagi cerita: Rehan (Kelas 2), Aisyah (Kelas 4), Aisyah (Kelas 1), dan Yusuf (Kelas 3). Keberanian mereka menjadi pelajaran penting tentang pentingnya berani berbicara.
Tim KKN juga menyampaikan langkah pencegahan dan penanganan bullying. Meri Dian Nisa dari tim KKN menjelaskan:
“Ada cara mudah untuk cegah bullying: jaga pertemanan positif, saling dukung, terima perbedaan setiap orang, dekati teman yang jadi korban, dan taati aturan sekolah. Guru juga punya peran penting – mengawasi kita, ajarkan empati dan toleransi, serta jadi teladan buat kita semua!,” ungkap Meri Dian.
Kegiatan ditutup dengan pesan dari Mochamad Reza Adiyanto, S.P., M.M.:
“Terima kasih teman-teman yang antusias mengikuti acara ini. Program kita bahkan dapat juara 3 KKN Terbaik dari kampus! Ingat ya, sekolah adalah rumah kita bersama. Jika ada yang mengalami bullying, jangan sungkan cari bantuan. Mari kita janji – ‘Ciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk semua!’,” ujar Mochamad Reza.
Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan panitia.
Diharapkan program kerja KKN Kelompok 31 yang telah meraih peringkat tersebut dapat memberikan pemahaman mendalam tentang bahaya bullying, sekaligus menumbuhkan sikap saling menghormati, peduli, dan berani membela teman yang menjadi korban.(Red)












