BOJONEGORO,Jawakini.com – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro terus memperketat pengawasan terhadap kesehatan hewan ternak di wilayahnya. Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Kabid Kesehatan Hewan Disnakkan Kabupaten Bojonegoro, Drh. Lutfi Nurrahman, menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang menjalankan strategi “jemput bola” untuk memastikan ternak warga tetap terlindungi.
Tim kesehatan hewan di lapangan tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga langsung melakukan tindakan medis bagi ternak yang sudah menunjukkan indikasi klinis PMK.
“Kita laksanakan penanganan pengobatan terhadap ternak yang terduga PMK atau yang sudah menunjukkan gejala. Langkah ini penting agar kondisi ternak tidak memburuk dan tidak menularkan ke hewan lainnya,” ujar Drh. Lutfi Nurrahman.(12/1/2026)
Selain pengobatan, Disnakkan Bojonegoro juga menggencarkan program biosekuriti dan imunitas kelompok (herd immunity) bagi populasi ternak sapi dan kambing di berbagai desa.
“Kita juga melaksanakan desinfeksi secara rutin dan vaksinasi untuk pencegahan PMK. Vaksinasi menjadi benteng utama agar ternak memiliki kekebalan tubuh yang kuat terhadap serangan virus,” tambah Drh. Lutfi.
Pihak dinas meminta para peternak untuk proaktif melaporkan jika melihat gejala seperti air liur berlebih (hipersalivasi), luka pada mulut, atau kuku yang melepuh. Drh. Lutfi menegaskan bahwa penanganan dini secara medis jauh lebih efektif daripada menunggu kondisi ternak parah.
Selain itu, peternak diingatkan untuk tetap menjaga kebersihan kandang dan membatasi lalu lintas orang asing yang masuk ke area kandang guna meminimalisir risiko penularan virus secara mekanis.
Dengan langkah masif ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap angka kasus PMK dapat ditekan secara signifikan sehingga ekonomi para peternak lokal tetap stabil dan terjaga.(BG)












