BOJONEGORO,Jawakini.com —Kekhawatiran petani di dua desa yang mengandalkan Daerah Irigasi (DI) Pacal mengenai potensi gagal tanam pada musim ini terjawab sudah. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, melalui Pejabat Pelaksana Teknis (Peltek) PPK Irigasi dan Rawa I, Suhail Ilmi Muhandis,(28/11/2025) mengonfirmasi bahwa penutupan total pintu intake Bendung Klepek Kanan akan diperpanjang hingga 31 Desember 2025. Perpanjangan penutupan ini merupakan bagian dari proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Pacal Tahap I dan II yang telah dimulai sejak 24 April (Tahap I) dan 3 Juni (Tahap II) 2025.
Suhail Ilmi menjelaskan bahwa pada awal proyek, pihak BBWS telah menerapkan sistem buka-tutup pintu dengan pola 7 hari pengaliran dan 12 hari pengeringan. Pola ini disepakati dalam Berita Acara tanggal 23 Juli 2025, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan petani.namun, pekerjaan mengalami keterlambatan signifikan akibat debit air yang tinggi. Kondisi ini memaksa BBWS untuk bernegosiasi ulang dengan petani.
“Pada tanggal 23 Oktober 2025, kami melakukan negosiasi kembali dengan petani dan terjadi kesepakatan yaitu penutupan pintu intake Bendung Klepek Kanan sampai dengan 31 Desember 2025, dan sudah disepakati bertanda tangan materai,” terang Suhail Ilmi.
Dengan kesepakatan tersebut, BBWS berharap pekerjaan rehabilitasi dapat selesai tepat waktu dan sistem DI Pacal dapat segera beroperasi optimal untuk mengalirkan air ke hilir.
Mengenai permintaan petani untuk memberlakukan kembali sistem buka-tutup pintu air selama masa tanam saat ini, Suhail Ilmi dengan tegas menyatakan tidak bisa dilakukan.
Alasannya, pekerjaan rehabilitasi menjadi sangat sulit dikerjakan jika terdapat air mengalir. Fokus utama BBWS saat ini adalah mengupayakan penyelesaian proyek sesuai target demi sistem jaringan irigasi yang lebih optimal di masa mendatang.
“Untuk saat ini tidak bisa, kami mengupayakan untuk sistem jaringan irigasi yang optimal dan pekerjaan kami jika terdapat air mengalir sangat sulit untuk dikerjakan,” imbuhnya.
Suhail Ilmi juga membantah kabar yang sempat meresahkan petani mengenai perpanjangan proyek hingga Februari 2026. “Itu tidak benar, tidak ada perpanjangan sampai bulan Februari,” tegasnya.
Meskipun terdapat kepastian mengenai tanggal penyelesaian proyek (31 Desember 2025), kenyataan ini justru menyisakan ketidakpastian bagi petani di dua desa tersebut. Dengan penutupan pintu air hingga akhir tahun, masa tanam petani terancam gagal atau tertunda secara signifikan, menimbulkan potensi kerugian ekonomi.
Pemerintah daerah (Kabupaten Bojonegoro) dan Pemerintah Pusat (BBWS sebagai pelaksana proyek) perlu mengambil tindakan segera untuk memitigasi dampak penutupan irigasi ini dan menjamin ketahanan pangan petani.langkah yang bisa diambil antara lain ,pemberian kompensasi atas potensi kerugian hasil panen akibat penundaan atau kegagalan masa tanam, meskipun kesepakatan penutupan sudah ditandatangani,Penyediaan Pompa Air dan Sumur Bor Pemerintah Daerah atau Dinas terkait dapat mengaktifkan dan menyediakan pompa air portabel atau memfasilitasi pembuatan sumur bor dangkal di area terdekat sebagai sumber air darurat untuk kebutuhan pengairan di lahan yang paling kritis.
Pemerintah Daerah bersama stakeholder terkait perlu melakukan pengawasan ketat terhadap progres pekerjaan BBWS untuk memastikan proyek benar-benar selesai pada 31 Desember 2025 dan tidak ada perpanjangan lagi, Jika memungkinkan, membentuk tim percepatan untuk membantu BBWS mengatasi hambatan teknis yang menyebabkan keterlambatan, sehingga proyek dapat selesai lebih cepat dari target 31 Desember.
Keputusan perpanjangan penutupan irigasi hingga akhir tahun ini memang dilematis, di satu sisi menjamin kualitas infrastruktur jangka panjang, namun di sisi lain menempatkan ratusan petani di dua desa dalam posisi rentan. Pemerintah diharapkan tidak hanya berjanji, tetapi segera menghadirkan solusi konkret dan dukungan nyata untuk meringankan beban petani selama periode ketidakpastian ini, sekaligus memastikan percepatan penyelesaian proyek agar masa tanam berikutnya tidak lagi terancam.(Red)












