Proyek Drainase Bojonegoro Ciptakan Bencana Air Bersih: Pipa Utama Pecah, Ratusan Warga Terdampak

BOJONEGORO,Jawakini.com – Insiden serius kembali mewarnai pelaksanaan proyek infrastruktur publik di Bojonegoro. Pembangunan saluran drainase di Jalan Patimura pada Kamis (27/11/2025) seketika berubah menjadi krisis lokal setelah pipa air PDAM berukuran 12 inci jebol dihantam alat berat kontraktor. Air bersih menyembur deras, tak hanya membanjiri jalanan, namun juga memutus total suplai vital ke rumah tangga dan fasilitas umum.

“Kami berharap pihak terkait segera mengambil tindakan untuk memperbaiki dan memulihkan pasokan. Karena sangat mengganggu aktivitas sehari-hari,” ungkap seorang warga di lokasi, menegaskan betapa mendesaknya situasi ini.

Pecahnya pipa utama ini segera mengganggu pasokan air bagi sejumlah besar pelanggan di sekitar Jalan Patimura. Dampak terparah dirasakan oleh sekolah dan tempat ibadah yang kini kesulitan menjalankan operasional tanpa akses air bersih yang memadai.

Kekesalan publik meluap di media sosial. Salah satu komentar warganet di platform daring secara gamblang menyampaikan krisis yang mereka alami: “Pantesan air PDAM-nya mati, sekarang malah airnya burek [keruh] kang,” tulisnya. Keterangan ini mengindikasikan bahwa selain terputusnya suplai, kualitas air di area yang terdampak pun mengalami penurunan drastis, menambah beban kekhawatiran warga terhadap ketersediaan stok air minum yang layak.

Detik-detik kebocoran masif ini terekam jelas dalam video amatir yang menjadi viral, menampilkan visual air yang menyembur tanpa kendali, seolah mengukuhkan gambaran kecelakaan kerja yang seharusnya bisa dihindari.

Insiden ini bukan hanya sekadar kecelakaan, namun juga menjadi sorotan serius terhadap koordinasi dan prosedur keselamatan kerja dalam proyek-proyek vital pemerintah daerah. Pipa PDAM yang berada di bawah permukaan tanah seharusnya telah dipetakan dan menjadi area highly-cautious saat operasi penggalian menggunakan alat berat. Kelalaian ini berujung pada kerugian massal yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana proyek drainase masih belum memberikan konfirmasi resmi maupun penjelasan publik. Wartawan kesulitan mengakses informasi kontak yang jelas dari pihak yang bertanggung jawab, menimbulkan tanda tanya besar mengenai akuntabilitas dan kesiapan tanggap darurat mereka.Warga Bojonegoro kini mendesak Pemerintah Daerah dan instansi terkait untuk:

  1. Mempercepat perbaikan pipa yang rusak agar pasokan air kembali normal.
  2. Memastikan ketersediaan water tank atau suplai darurat untuk area terdampak.
  3. Memberikan sanksi tegas jika terbukti ada kelalaian prosedur dari pihak kontraktor.

Jebolnya pipa vital ini kini menempatkan Pemerintah Daerah dan Kontraktor di bawah sorotan tajam. Masyarakat Bojonegoro tidak hanya menuntut pemulihan air, tetapi juga pertanggungjawaban penuh atas kelalaian prosedur yang menyebabkan krisis massal ini. Kegagalan menanggapi situasi ini dengan cepat dan transparan hanya akan memperparah krisis kepercayaan publik terhadap efektivitas proyek infrastruktur daerah.(BG)

Penulis: Agus Pudjianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *