Reses Penuh Substansi, M. Rozi Paparkan Agenda Perbaikan Layanan Publik Bojonegoro

Bojonegoro, Jawakini.com— Wakil Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, M. Rozi, memaparkan berbagai capaian pembangunan sekaligus menghimpun aspirasi warga dalam Reses Masa Sidang II Tahun 2025 yang digelar di Kecamatan Ngasem, Jumat (21/11/2025).

Dalam forum tatap muka tersebut, Rozi menyoroti empat sektor utama yang berkaitan langsung dengan hajat hidup masyarakat: pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sosial kemasyarakatan.

Rozi menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis untuk memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

“Aspirasi warga adalah dasar bagi kami untuk memperbaiki kebijakan. Semua masukan akan kami bawa ke pembahasan di DPRD,” ujar Rozi.

Pendidikan
Rozi menjelaskan bahwa Pemkab Bojonegoro terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui beasiswa pelajar berprestasi dan bantuan untuk siswa dari keluarga kurang mampu.

Perbaikan infrastruktur pendidikan dilakukan secara bertahap, mulai dari ruang kelas yang lebih layak, sanitasi sekolah, hingga lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.

“Pendidikan menjadi fondasi utama agar anak-anak Bojonegoro memiliki peluang masa depan yang setara,” ungkapnya.

Kesehatan
Di sektor kesehatan, pemerintah daerah terus memperkuat layanan puskesmas dan posyandu, serta mempercepat pemenuhan fasilitas kesehatan modern di berbagai kecamatan.

Pembangunan rumah sakit baru disebut Rozi sebagai langkah strategis untuk mendekatkan akses layanan kesehatan.

“Pencegahan penyakit dan layanan kesehatan dasar tetap menjadi prioritas. Warga harus bisa mendapatkan layanan cepat, mudah, dan responsif,” tegasnya.

Infrastruktur
Rozi menilai pembangunan infrastruktur Bojonegoro berjalan cepat dan terarah. Mayoritas jalan kabupaten kini dalam kondisi baik, serta ditunjang pembangunan jembatan, irigasi, dan sarana publik lainnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas infrastruktur terbukti mendorong aktivitas ekonomi warga serta memperkuat akses layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

“Infrastruktur adalah tulang punggung pemerataan pembangunan desa,” ujarnya.

Sosial Kemasyarakatan
Pada sektor sosial, Rozi memaparkan bahwa pemerintah menjalankan berbagai program perlindungan sosial, seperti bantuan untuk keluarga tidak mampu, lansia, penyandang disabilitas, hingga program pemberdayaan perempuan dan pelatihan UMKM.

Penguatan organisasi kepemudaan dan masyarakat juga dinilai penting untuk membangun desa yang lebih produktif dan harmonis.

“Kami ingin masyarakat Bojonegoro tidak hanya sejahtera, tetapi juga rukun dan mandiri,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, Rozi menegaskan komitmen DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, agar seluruh program pembangunan berjalan transparan dan tepat sasaran.(Red)

Penulis: Agus Pudjianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *