Tuban,jawakini.com – Polemik program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Yayasan Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban memicu kontroversi karena diduga menimbulkan potensi double anggaran. Pasalnya, siswa sebelumnya ada program MBG sudah menerima makan siang yang biayanya diambil dari iuran SPP Sekolah.
Berdasarkan informasi yang didapat media ini (4/10/2025) Wali murid menuntut untuk dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait program MBG karena berkaitan dengan kepentingan anak-anak mereka.
Selain itu orang tua murid juga menuntut kompensasi atau pengembalian biaya makan siang yang sudah dibayarkan melalui iuran SPP.
Kecurigaan Wali Murid sangat beralasan karena Dapur yang digunakan Program MBG menggunakan dapur yang sama dengan dapur yayasan yang dikelola oleh ibu dapur yang sama, memicu kecurigaan bahwa program tersebut hanya menambah anggaran tanpa perbaikan berarti.
Pihak yayasan ketika dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp Pihak Yayasan Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban tidak memberikan respons alis bungkam saat dikonfirmasi terkait kasus ini.
Kasus ini memicu perdebatan tentang transparansi dan partisipasi wali murid dalam program pemerintah yang berdampak langsung pada siswa.oleh karena itu perlu diadakan investigasi lebih lanjut untuk memastikan bahwa program MBG berjalan sesuai dengan tujuan dan tidak menimbulkan kerugian pada siswa dan wali murid.(BG)












