Sarat Nilai Gotong Royong, Sedekah Bumi Perdana Desa Kedewan Banjir Apresiasi 

BOJONEGORO,Jawakini.com – Pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi untuk pertama kalinya di Desa Kedewan, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro pada Minggu (7/6/2026) sukses menyedot perhatian. Agenda perdana ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi, tetapi juga mendapat apresiasi luas karena dinilai ampuh memperkuat kerukunan dan identitas budaya lokal.

​Ratusan warga tampak memadati kawasan Punden Kedung Rupit dengan membawa tumpeng dan replika hasil pertanian. Bagi masyarakat setempat, momentum ini menjadi catatan sejarah baru setelah belasan tahun dinantikan.

​Kepala Desa Kedewan, Sumiati, mengungkapkan rasa haru dan syukurnya atas tingginya antusiasme warga. Menurutnya, kegotongroyongan sinergis seperti ini adalah modal utama kemajuan desa.

​”Selama hampir 14 tahun saya memimpin desa, baru kali ini Sedekah Bumi dapat diwujudkan dengan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat. Selain doa bersama untuk keselamatan dan kemakmuran, ini adalah simbol persatuan kami,” ujar Sumiati.

​Apresiasi tinggi salah satunya datang dari tokoh masyarakat Bojonegoro yang juga Ketua LSM Angling Dharma, M. Nasir. Ia menegaskan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar ritual seremonial tahunan, melainkan warisan luhur yang sarat akan nilai-nilai sosial positif.

​”Sedekah Bumi adalah warisan budaya leluhur yang harus dijaga bersama. Di dalamnya ada nilai syukur, kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan kepada para pendahulu,” kata M. Nasir saat menghadiri lokasi acara.

​Ia juga memuji jajaran Pemerintah Desa Kedewan yang berhasil mengemas acara dengan meriah namun tetap kental dengan nuansa kekeluargaan. Menurutnya, kebersamaan tanpa sekat ini merupakan potret nyata dari ketahanan sosial di tingkat tapak.

​”Ketika masyarakat bisa berkumpul, berdoa bersama, dan bergotong royong tanpa memandang perbedaan, itu menjadi modal sosial yang sangat besar untuk membangun desa yang maju dan harmonis,” tambahnya.

​Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kedewan, Iwan Kristian, yang juga dikenal sebagai figur yang tekun mendalami ajaran serta filosofi Kejawen, mengingatkan pentingnya menjaga akar budaya di tengah gempuran modernisasi.

​Pria yang akrab disapa Iwan Kris ini menekankan bahwa merawat tradisi adalah cara mutlak untuk menjaga karakter bangsa agar tidak limbung oleh zaman.

​”Sebagai wong Jowo, kita jangan sampai melupakan budaya dan jati diri sendiri. Wong Jowo ojo lali marang Jowone,” tegas Iwan.

Bagi Iwan, esensi dari uri-uri (melestarikan) budaya seperti Sedekah Bumi ini terletak pada transfer nilai kebaikan ke generasi berikutnya, mulai dari kepedulian lingkungan hingga solidaritas antartetangga.

​”Budaya adalah identitas. Ketika budaya dijaga dengan baik, maka karakter masyarakat juga akan tetap kuat. Saya berharap Sedekah Bumi di Kedewan dapat terus berkembang dan menjadi agenda budaya yang membanggakan,” pungkasnya.(red)

 

 

Penulis: RedaksiEditor: BG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *