Bojonegoro,Jawakini.com – Surat Keputusan (SK) DPD Partai NasDem Kabupaten Bojonegoro periode 2026–2029 resmi diserahkan. Bertempat di Kantor DPW NasDem Jawa Timur, Surabaya, Rabu (19/8/2026), Ketua DPW Lita Machfud Arifin menyerahkan nakhoda kepemimpinan secara simbolis kepada Heli Suhardjono, S.E., M.M., yang didampingi Kustaji, S.E., M.M., sebagai Sekretaris.
Momen penyerahan SK ini sekaligus menandai berhentinya Soehadi Moeljono dari jabatan ketua dengan alasan kesehatan. Namun, di balik serah terima jabatan yang nampak padat estetika konsolidasi tersebut, terdapat dinamika politik lokal yang menarik untuk dicermati.
Turunnya SK ini secara otomatis menyudahi teka-teki serta spekulasi kandidat ketua definitif. Nama Ahmad Suyono—yang sebelumnya santer digadang-gadang bakal mengisi posisi nakhoda—harus merelakan kenyataan politik.
Sebagai satu-satunya kader perintis Partai NasDem di Bojonegoro yang masih bertahan dan mencatatkan rekor impresif sebagai anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro selama tiga periode berturut-turut, Ahmad Suyono secara dramatis tak masuk dalam jajaran KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara). Kepemimpinan DPD justru jatuh ke tangan kader baru yang rekam jejak legislatifnya tercatat pernah diukir melalui bendera partai politik lain.
Pilihan politik organisasi yang lebih memprioritaskan figur baru di luar struktur historis ini menegaskan gaya pragmatisme kepemimpinan modern. Hingga berita ini diturunkan, Ahmad Suyono belum memberikan tanggapan resmi saat dihubungi oleh awak media.
Kini, Heli Suhardjono dan jajaran kepengurusan barunya mengemban tugas besar untuk membuktikan bahwa restrukturisasi ini mampu menjawab ekspektasi publik serta menjaga soliditas internal partai di Bojonegoro.(Red)












