BOJONEGORO,Jawakini.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro tengah mengakselerasi pembangunan infrastruktur di tingkat pedesaan. Sebanyak 10 titik jembatan perintis mulai dibangun untuk membuka keterisolasian wilayah dan memperlancar mobilitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.
Program ini merupakan kepanjangan tangan dari kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada penguatan konektivitas antarwilayah, terutama di daerah dengan akses terbatas.
Respons Cepat Aspirasi Masyarakat
Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, ST, mengungkapkan bahwa penentuan titik pembangunan jembatan didasarkan pada usulan masyarakat yang telah dihimpun melalui jalur teritorial.
”Mekanismenya berangkat dari bawah. Warga menyampaikan kebutuhan ke Koramil, kemudian kami teruskan ke Kodim hingga ke tingkat pusat. Ini adalah bentuk respons cepat terhadap aspirasi yang sudah lama dinantikan warga,” ujar Letkol Inf Dedy.
Sinergi, Bukan Tumpang Tindih
Meski Bojonegoro menyandang status daerah kaya migas dengan kekuatan APBD mencapai Rp6,49 triliun, Dandim menegaskan bahwa kehadiran TNI dalam pembangunan fisik ini bukan untuk mengambil alih peran Pemerintah Daerah. Sebaliknya, hal ini merupakan upaya kolaboratif untuk mempercepat pemerataan infrastruktur.
“Ini bukan berarti meremehkan pemerintah daerah. Justru kehadiran TNI melalui program karya bakti ini melengkapi kebutuhan infrastruktur yang mungkin belum terjangkau secara cepat oleh anggaran daerah,” tegasnya.
Gotong Royong Jadi Kunci
Saat ini, pengerjaan 10 jembatan tersebut dilakukan secara simultan dengan melibatkan personel TNI dan warga setempat. Pola pengerjaan gotong royong dipilih untuk membangkitkan kembali semangat kemanunggalan TNI-Rakyat sekaligus memupuk rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas umum.
Manfaat pembangunan jembatan perintis ini diharapkan mencakup:
- Akses Ekonomi: Mempermudah distribusi hasil pertanian warga.
- Akses Pendidikan & Kesehatan: Mempercepat waktu tempuh menuju sekolah dan pusat layanan kesehatan.
- Mobilitas Sosial: Menghubungkan desa-desa yang selama ini terpisah oleh sungai atau medan sulit.
”Ini adalah bukti nyata karya bakti TNI untuk negeri. Kami ingin memastikan masyarakat di pelosok juga merasakan dampak nyata dari pembangunan, sehingga mobilitas mereka lebih lancar dan kesejahteraan meningkat,” pungkas Letkol Inf Dedy.(red)












