Proyek Jalan Lingkungan Ledok Kulon Terbengkalai Seminggu, Warga Keluhkan Ketidaknyamanan

Bojonegoro,Jawakini.com – Proyek konsolidasi peningkatan jalan lingkungan di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, menjadi sorotan dan keluhan warga sekitar. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 678.992.808,74 ini dilaporkan telah terbengkalai selama kurang lebih satu minggu setelah proses pembongkaran.

Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan signifikan bagi warga, khususnya yang tinggal di Gang Tegas Mas, Ledok Kulon.

Warga Pertanyakan Kelanjutan Pengerjaan

Salah satu warga, Bapak Wijaya, mengungkapkan keheranannya saat ditemui wartawan pada Selasa (5/11/2025). “Kami sebagai warga bertanya-tanya, kenapa setelah pembongkaran kok dibiarkan saja? Sedangkan paving [jalan]nya sudah dibongkar,” ujar Wijaya.

Wijaya juga menyoroti kejanggalan dalam pengerjaan, “Anehnya lagi, pembuatan lantai dasar tidak diteruskan malah menyisakan sekitar 50 meter yang belum dikerjakan.” Pembongkaran yang tidak diikuti pengerjaan lanjut ini dikhawatirkan mengganggu aktivitas dan keselamatan warga.

Pekerja Menunggu Perintah, Pihak Terkait Belum Beri Keterangan

Proyek peningkatan jalan lingkungan ini dikerjakan oleh CV Arkarama Damar Praya dan diketahui sudah dimulai sejak sekitar bulan September 2025.

Ketika tim media berada di lokasi dan mencoba bertanya kepada salah seorang pekerja mengenai alasan proyek dibiarkan selama satu minggu, pekerja tersebut hanya memberikan jawaban singkat. “Nanti kita kerjakan, Mas, nunggu perintah,” jawabnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak pelaksana proyek dari CV Arkarama Damar Praya, serta instansi terkait, yakni Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKP dan Cipta Karya), belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait keterlambatan dan kelanjutan proyek ini.

Warga Ledok Kulon, khususnya di Gang Tegas Mas, sangat berharap agar CV Arkarama Damar Praya segera melanjutkan pengerjaan proyek ini tanpa menunda lagi. Keterlambatan dan kondisi jalan yang terbongkar ini telah mengganggu mobilitas harian mereka. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun DPKP dan Cipta Karya mengenai kepastian kapan proyek dengan anggaran Rp 678 juta ini akan diselesaikan (BG).

Penulis: Agus Pudjianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *