Proyek Miliaran “Pelebaran Jalan Bangilan-Senori” Mulai Retak, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan

TUBAN,Jawakini.com – Belum genap satu bulan sejak dinyatakan selesai, proyek Pelebaran Jalan Bangilan-Senori di Kabupaten Tuban kini menjadi sorotan warga. Infrastruktur yang dibiayai oleh APBD 2025 dengan nilai kontrak mencapai miliaran rupiah tersebut terpantau sudah mengalami kerusakan berupa keretakan di beberapa titik badan jalan.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (14/01/2026), keretakan memanjang terlihat jelas di permukaan beton jalan yang berlokasi di wilayah Kecamatan Senori. Ironisnya, retakan tersebut hanya coba ditutupi dengan polesan aspal cair (sealant) yang dinilai warga hanya sebagai upaya formalitas untuk menyamarkan cacat mutu.

Mengutip data dari laman Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kabupaten Tuban, proyek dengan kode tender 10039491000 ini memiliki Nilai Pagu Paket sebesar Rp 3.170.000.000,00. Tender tersebut dimenangkan oleh CV. PULUNG RAHAYU yang beralamat di Soko, Tuban, dengan harga negosiasi akhir sekitar Rp 3,16 miliar.

Munculnya keretakan pada usia bangunan yang masih sangat muda ini memicu tanda tanya besar mengenai spesifikasi material dan pengawasan teknis selama proses pengerjaan.

“Sangat disayangkan, anggaran miliaran dari pajak rakyat hasilnya seperti ini. Belum lama dilewati sudah retak-retak. Kalau hanya ditambal aspal cair seperti itu, kami khawatir kekuatannya tidak akan bertahan lama,” ujar salah satu warga yang melintas.

Secara regulasi, kontraktor masih memiliki kewajiban dalam masa pemeliharaan. Namun, kerusakan yang muncul di masa awal ini mengindikasikan adanya potensi ketidaksesuaian antara perencanaan teknis dengan realisasi di lapangan.

Masyarakat kini mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tuban untuk bertindak tegas. Tidak sekadar meminta kontraktor melakukan “tambal sulam”, tetapi melakukan audit teknis secara menyeluruh guna memastikan apakah kualitas beton yang digunakan sudah sesuai dengan kontrak yang disepakati.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti kerusakan jalan di jalur strategis Bangilan-Senori   tersebut.(BG).

Penulis: Agus Pudjianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *