Bojonegoro,Jawakini.com-Proyek pembangunan infrastruktur berbasis Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) di Desa Mori, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, menuai sorotan karena para pekerja tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Kondisi ini menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan dan keselamatan kerja mereka.
Kekurangan APD seperti helm, sarung tangan, sepatu keselamatan, masker, dan pelindung mata tidak hanya berpotensi menyebabkan luka ringan (goresan, memar) risiko yang lebih fatal juga mengintai. Patah tulang akibat jatuh benda, gangguan pernapasan kronis akibat debu dan bahan kimia, serta iritasi mata yang parah adalah beberapa konsekuensi yang mungkin terjadi.
Warga sekitar yang melihat secara langsung juga turut khawatir. “Saya melihat mereka bekerja tanpa perlengkapan aman setiap hari. Apa jadinya jika ada kecelakaan parah?,” ujar salah satu warga Desa Mori, Kamis (27/11/2025).
Mas B, yang pernah menjadi konsultan proyek di Jawa Timur saat dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait perihal diatas ia menegaskan, “Saya sangat prihatin. APD bukan sekadar formalitas atau memenuhi regulasi – ini adalah perlindungan vital dan hak dasar pekerja dari bahaya di lokasi konstruksi,” tegasnya.
Pemerintah desa dan pihak terkait, terutama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, diharapkan segera bertindak tegas. Memastikan semua pekerja mendapatkan APD sesuai standar, ini adalah langkah krusial yang tidak bisa ditunda.
Keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek pembangunan – bukan hanya untuk mematuhi aturan, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap hak asasi manusia. Selain itu, sosialisasi dan pelatihan mengenai penggunaan APD yang benar, serta pengawasan yang ketat, diperlukan untuk memastikan konsistensi efektivitasnya.
Pembangunan infrastruktur memang penting bagi kemajuan desa, tetapi jangan sampai mengorbankan kesehatan dan keselamatan para pekerja. Proyek BKKD Desa Mori harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja di semua sektor pembangunan di daerah.(Red)












