BOJONEGORO,Jawakini.com – Pengerjaan proyek pembangunan drainase dan trotoar di Jalan Patimura, Kelurahan Sumbang, Bojonegoro, berbuntut masalah serius setelah pipa distribusi utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Buana dilaporkan jebol pada Rabu (5/11/2025). Kerusakan parah ini diduga kuat akibat hantaman alat berat saat proses penggalian proyek senilai Rp 4,8 miliar yang dikerjakan oleh PT Jaya Semangi Engineering, yang beralamat di pertokoan Kebonsari, Surabaya.
Akibat pecahnya pipa tersebut, pasokan air bersih bagi sejumlah pelanggan di wilayah Bojonegoro terganggu selama hampir tiga hari.
“Akibat pecahnya pipa utama PDAM ini, saya dan warga sekitar tidak bisa menikmati air dari PDAM selama hampir tiga hari. Saya berharap segera diperbaiki biar kita semua tenang,” ujar Mamik, salah satu warga Kelurahan Sumbang, di lokasi kejadian.
Pipa yang mengalami kerusakan adalah pipa distribusi air berdiameter 6 dim. Menurut petugas PDAM di lokasi, pipa tersebut merupakan pipa lama yang usianya sudah sangat tua.
“Pipa ini sudah ditanam di dalam tanah sejak tahun 1980-an hingga hari ini, 2025, hancur terkena alat berat saat menggali trotoar,” kata seorang petugas PDAM pada hari Rabu (5/11/2025).

Kerusakan pipa yang terlihat parah, dengan sobekan dan lubang besar, memaksa PDAM melakukan penggantian segera. PDAM Tirta Buana Bojonegoro telah mengerahkan tim teknisnya untuk mempercepat perbaikan. Pipa lama kini diganti dengan pipa jenis HDPE (High-Density Polyethylene) berukuran 6 dim untuk memastikan daya tahan yang lebih baik.
Proses penyambungan pipa HDPE dilakukan di atas galian karena kondisi galian yang dinilai kurang lebar dan kurang dalam untuk memudahkan pengerjaan di bawah tanah. Pipa yang pecah di Jalan Patimura ini menjadi salah satu titik kerusakan terparah yang dikeluhkan pelanggan akibat proyek-proyek infrastruktur di kota itu.
Untuk meminimalisir dampak pada pelanggan, terutama di wilayah yang mengalami penurunan tekanan atau penghentian aliran air, PDAM telah menurunkan mobil tangki air. Pihak PDAM juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, awak media yang berada di lokasi untuk meminta keterangan dari kontraktor pelaksana belum bisa mendapatkan konfirmasi. Di lokasi hanya ditemui operator alat berat dan pembantunya.
Kerusakan infrastruktur publik, khususnya pipa air, akibat pengerjaan proyek drainase yang kurang hati-hati ini menjadi sorotan berulang di Bojonegoro. Kondisi ini memunculkan desakan agar kontraktor pelaksana proyek lebih memperhatikan aspek keselamatan dan keberadaan utilitas publik.(BG)












