Foto ilustrasi
BOJONEGORO,Jawakini.com – Di tengah melambungnya biaya transportasi menjelang Lebaran, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melempar “oase” bagi para perantau. Melalui Dinas Perhubungan, Pemkab kembali menggulirkan program Mudik-Balik Gratis 2026 untuk menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah. Namun, di balik kabar gembira ini, terselip pesan tegas,Siapa cepat, dia dapat.
Bukan sekadar formalitas tahunan, program ini hadir sebagai jawaban atas keresahan masyarakat akan keamanan di jalan raya. Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Welly Fitrama, menegaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah memindahkan beban risiko dari pundak pemudik ke fasilitas yang lebih aman dan nyaman.
“Kami tidak ingin masyarakat bertaruh nyawa di jalanan dengan biaya mahal. Mudik dan balik ini sepenuhnya nol rupiah, namun kenyamanan tetap menjadi harga mati,” tegas Welly, Senin (09/03/2026).
Pemerintah membatasi kuota hanya untuk 240 orang—angka yang diprediksi akan ludes dalam hitungan hari mengingat tingginya animo perantau Bojonegoro di Surabaya dan sekitarnya.
- Arus Mudik 120 Orang dengan rute Surabaya – Gresik – Lamongan – Bojonegoro
- Arus Balik 120 Orang dengan rute Bojonegoro – Lamongan – Gresik – Surabaya
Jangan sampai terlewat, jendela pendaftaran sangat sempit. Jika para pemudik terlambat satu hari, kesempatan pulang tanpa biaya bisa dipastikan hangus.Pendaftaran mulai tanggal 8 s.d. 14 Maret 2026 (Online). Dengan Syarat Mutlak KTP dan Kartu Keluarga (KK).
Keberangkatan Mudik: 19 Maret 2026 (Halaman Dishub Prov. Jatim).
Keberangkatan Balik: 24 Maret 2026 (Pendopo Kabupaten Bojonegoro).
Langkah strategis ini bukan hanya soal membantu dompet masyarakat, melainkan upaya keras pemerintah daerah untuk memangkas kepadatan lalu lintas dan menekan angka kecelakaan di jalur tengkorak selama musim mudik.
Bagi perantau yang ingin pulang dengan martabat tanpa harus tercekik tarif bus yang melonjak, segera amankan posisi Anda. Kuota terbatas adalah bukti bahwa kesempatan emas ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang sigap secara administrasi.
Langkah Pemkab Bojonegoro ini adalah pesan bagi para perantau bahwa kampung halaman selalu menanti dengan tangan terbuka. Namun, mengingat terbatasnya kursi yang tersedia, kesigapan administrasi akan menjadi penentu siapa yang beruntung bisa pulang dengan kenyamanan tanpa beban biaya tahun ini.(Red)












