Foto:ilustrasi
BOJONEGORO,Jawakini.com– Kasus dugaan aborsi yang melibatkan tiga oknum tenaga kesehatan (nakes) di Bojonegoro memantik perhatian serius dari berbagai pihak. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Angling Dharma secara tegas mendesak Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro untuk mengawal dan mengusut perkara ini secara profesional, objektif, dan tanpa tebang pilih.
Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran berat yang tidak hanya mencederai kode etik profesi medis, tetapi juga membawa risiko fatal terhadap keselamatan jiwa.
Ketua LSM Angling Dharma, M. Nasir, menyatakan bahwa aparat penegak hukum harus berdiri tegak di atas keadilan dalam menangani kasus ini. Ia menekankan pentingnya transparansi agar tidak ada kesan perlakuan khusus bagi pihak-pihak yang terlibat.
“Ini merupakan kejahatan serius karena menyangkut keselamatan ibu dan hilangnya nyawa janin. Kami meminta Polres Bojonegoro mengusut kasus ini secara tuntas dan memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Nasir saat memberikan keterangannya.
Nasir juga menambahkan bahwa penanganan perkara ini harus murni bersandarkan pada fakta hukum yang ada, tanpa dipengaruhi oleh latar belakang sosial, profesi, maupun hubungan kekeluargaan para pihak. Penegakan hukum yang adil dinilai krusial untuk memberikan efek jera sekaligus menjadi pembelajaran agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.
“Siapa pun yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jika terbukti bersalah, kami berharap diberikan hukuman yang setimpal agar menjadi pelajaran bagi pihak lain,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga oknum tenaga kesehatan yang diduga terlibat disinyalir memiliki peran yang berbeda dalam melancarkan aksi ilegal tersebut:
- Satu Terduga Pelaku: Diduga berperan meracik formula obat yang digunakan untuk menggugurkan kandungan.
- Dua Terduga Pelaku Lainnya: Diduga kuat terlibat langsung dalam proses tindakan aborsi.
Sementara itu, kondisi perempuan yang menjalani tindakan aborsi dilaporkan masih dalam pengawasan medis yang ketat. Korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Bojonegoro akibat mengalami pendarahan hebat.
Hingga saat ini, proses penyelidikan oleh pihak kepolisian masih terus berjalan. Publik menaruh harapan besar agar Polres Bojonegoro dapat mengurai benang merah kasus ini secara menyeluruh, mengingat profesi tenaga kesehatan seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga dan menyelamatkan kehidupan, bukan sebaliknya.
Masyarakat kini menanti langkah hukum konkret dari aparat penegak hukum untuk memastikan keadilan bagi semua pihak dapat ditegakkan.(red)












