BOJONEGORO,Jawakini.com – Insiden medis massal yang mengkhawatirkan melanda Desa Tikusan pada Rabu (15/04/2026). Belasan warga, mulai dari murid taman kanak-kanak hingga ibu hamil, dilaporkan mengalami gejala klinis serupa—mual, pusing, dan muntah hebat—setelah mengonsumsi hidangan mie yang didistribusikan oleh unit SPPG Plesungan 2.
Peristiwa yang terjadi secara mendadak ini mengubah suasana desa menjadi mencekam. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, sedikitnya 11 orang teridentifikasi mengalami gangguan kesehatan serius. Yang paling mengkhawatirkan, daftar korban mencakup kelompok rentan seperti Nurida Indriani dan Nurul Yulita, dua ibu hamil yang dilaporkan mengalami frekuensi muntah berulang hingga berkali-kali.
Dugaan keracunan ini mengarah pada menu mie yang populer disebut warga sebagai “Mie Gacoan” dari penyedia lokal tersebut. Tidak lama setelah menyantap hidangan, satu per satu warga mulai mengeluhkan sakit perut yang melilit.
”Kondisinya sangat mendadak. Anak-anak SD dan TK paling banyak yang terdampak. Kami khawatir karena ada ibu hamil juga yang kondisinya melemah akibat muntah terus-menerus,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dipulihkan demi keamanan.
Daftar korban yang terus bertambah mencatat nama-nama siswa seperti Azalea (TK), Fahri, Anka, Aqilla, Aulia, Syifa, dan Audy dari jenjang SD, serta tenaga pendidik PAUD, Bu Izza dan Bu Fani. Kesamaan gejala di waktu yang hampir bersamaan ini memperkuat indikasi adanya masalah pada higienitas atau kandungan bahan pangan yang didistribusikan.
Di tengah desakan publik untuk mendapatkan akuntabilitas, pihak manajemen SPPG Plesungan 2 justru memilih langkah yang memicu tanda tanya. Upaya konfirmasi yang dilayangkan kepada Yuanita, yang disebut-sebut sebagai pemilik unit usaha tersebut, belum membuahkan hasil hingga berita ini diturunkan. Tidak ada klarifikasi maupun pernyataan maaf yang disampaikan atas insiden yang membahayakan nyawa warga tersebut.
Sikap bungkam ini dinilai berisiko memperkeruh spekulasi di masyarakat dan menunjukkan lemahnya tanggung jawab moral pelaku usaha terhadap keselamatan konsumen.
Insiden di Desa Tikusan ini menjadi alarm keras bagi otoritas kesehatan di Bojonegoro. Publik kini menanti langkah konkret dari Dinas Kesehatan maupun instansi terkait untuk segera turun ke lapangan.
Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dari SPPG Plesungan 2 menjadi kebutuhan mendesak untuk mengungkap penyebab pasti kejadian ini. Selain penanganan medis intensif bagi para korban, masyarakat menuntut adanya evaluasi total terhadap izin dan prosedur sanitasi penyedia makanan di wilayah tersebut agar tragedi serupa tidak kembali menghantui meja makan warga.(red)












