BOJONEGORO,Jawakini.com – Setelah sempat terkatung-katung akibat gagal tender pada pertengahan April lalu, mega proyek Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro akhirnya menemukan titik terang. PT Tiara Multi Teknik, perusahaan konstruksi asal Surabaya, keluar sebagai pemenang dalam tender ulang proyek bernilai fantastis ini.
Meski demikian, publik kini menanti apakah sisa proses pengadaan ini berjalan mulus, mengingat proyek ini sedang berada dalam fase krusial, Masa Sanggah.
Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Bojonegoro sebelumnya sempat dibuat gigit jari. Tender pertama yang dibuka sejak 6 April 2026 dinyatakan gagal total. Alasannya klasik namun fatal,tidak ada satu pun peserta lelang yang mampu meloloskan evaluasi penawaran mereka.
Kejar tayang, DPKPCK langsung membuka tender ulang pada 26 Mei 2026. Dalam putaran kedua inilah PT Tiara Multi Teknik sukses mendepak rival-rivalnya dan mengamankan posisi sebagai pemenang.
Berdasarkan data resmi Pemkab Bojonegoro, pagu anggaran yang disiapkan untuk tahap awal ini mencapai Rp80.036.863.874, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dipatok di angka Rp79.913.193.672,22.
PT Tiara Multi Teknik awalnya menyodorkan harga penawaran sebesar Rp78,082 miliar. Namun, setelah melalui meja negosiasi yang alot, disepakati nilai akhir kontrak sebesar Rp77.932.000.000.
Artinya, dari adu tawar ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berhasil menghemat atau memperoleh efisiensi anggaran sebesar Rp1,98 miliar—atau sekitar 2,48 persen lebih rendah dari nilai HPS yang ditetapkan.
Pasar Kota Bojonegoro ini diproyeksikan menjadi ikon baru daerah dengan total anggaran mencapai Rp200 miliar. Pembagiannya: Rp80 miliar digelontorkan tahun 2026 ini, dan sisanya sekitar Rp120 miliar pada tahun 2027 mendatang. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pasar.
Nama PT Tiara Multi Teknik sendiri sebenarnya sudah tidak asing lagi di telinga publik Bojonegoro. Rekam jejak korporasi asal Surabaya ini tercatat pernah menuntaskan proyek prestisius lainnya di Bumi Angling Dharma, yakni pembangunan Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2022 lalu dengan nilai kontrak Rp77,85 miliar.
Namun, posisi PT Tiara Multi Teknik saat ini belum sepenuhnya aman di atas kertas. Berdasarkan jadwal resmi, proyek berkode RUP 62809680 ini masih memasuki Masa Sanggah yang berlangsung pada 13–18 Juni 2026.
Jika dalam sisa waktu ini ada peserta lelang lain yang melayangkan keberatan atau menemukan indikasi kecurangan, konstelasi pemenang bisa saja berubah.
Namun, jika hingga 18 Juni tidak ada sanggahan yang masuk, jalan tol bagi PT Tiara Multi Teknik akan terbuka lebar.18–26 Juni 2026: Penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ). 19 Juni–10 Juli 2026 Penandatanganan kontrak resmi dan proyek siap digulirkan.
Publik kini mengawasi ketat, apakah proyek ratusan miliar ini akan berjalan transparan, atau justru akan memicu polemik baru di akhir masa sanggah nanti. (Bg)












