TUBAN, Jawakini.com – Aktivitas membakar sampah di tengah cuaca terik kembali memicu peristiwa kebakaran di wilayah Kabupaten Tuban. Sebuah lahan kosong milik Nur Hariyah yang terletak di Desa Mojomalang, Kecamatan Parengan, ludes terbakar pada Jumat (19/6/2026) siang.
Insiden yang terjadi memperlihatkan kepulan asap hitam pekat membubung tinggi ke udara. Berdasarkan data laporan resmi kepolisian peristiwa ini bermula sekira pukul 12.30 WIB,Kejadian berawal saat seorang warga bernama Guntur Budi Pramono menyuruh Mbah Karni untuk membersihkan sampah dan daun kering di lahan kosong milik Nur Hariyah tersebut. Setelah sampah terkumpul, Mbah Karni kemudian membakarnya di lokasi.
Namun, akibat cuaca panas dan embusan angin, api dari tumpukan sampah tersebut dengan cepat membesar tanpa kendali. Kobaran api kemudian menjalar dan membakar tumpukan pipa bekas (pipa fiber) yang berada di area kejadian.
Melihat kobaran api yang kian mengganas, Guntur Budi Pramono langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut berdatangan dan bergotong-royong mencoba memadamkan api dengan alat seadanya.
Berkat kesigapan warga, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekira pukul 13.30 WIB. Tak lama berselang, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tuban tiba di lokasi untuk melakukan proses pembasahan guna memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi menyala kembali.
Kapolsek Parengan, IPTU Ramelan, S.H., membenarkan bahwa objek utama yang memicu pekatnya asap hitam adalah material pipa plastik/fiber bekas yang tertumpuk di lahan penuh tanaman liar kering tersebut.
“Iya benar, ada kebakaran di lahan kosong di Desa Mojomalang, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Kebetulan di lokasi ada tumpukan bekas pipa plastik, sehingga mengakibatkan api cukup besar,” ujar IPTU Ramelan, Jumat (19/6/2026).
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Kendati demikian, kebakaran tumpukan pipa fiber bekas tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp5.000.000,- (lima juta rupiah).
”Tidak ada korban jiwa dan bangunan yang terbakar. Lahan tersebut hanya berisi tanaman liar yang karena sudah lama tidak dibersihkan, tumbuhannya menjadi tinggi-tinggi dan mengering, sehingga sangat mudah terbakar,” pungkasnya
Atas kejadian ini, pihak berwajib kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama di dekat material yang mudah terbakar dan di lahan kering selama kondisi cuaca panas ekstrem.(bg)












