JAWA BARAT

Gubernur Jabar Petakan Program Jangka Pendek Penataan Sungai Citarum

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, bersama Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, saat meninjau Sungai Citarum di Kabupaten Bandung, Rabu (5/12/2018).

Jawakini.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah memetakan program jangka pendek dalam penataan Sungai Citarum yang dipaparkan dalam rapat bersama Menkomaritim, Luhut Binsar Pandjaitan, Bupati Bandung, Dadang Naser, BBWS, dan komandan sektor TNI, Rabu (5/12/2018).

Terdapat tiga program yang dipaparkan yakni solusi masalah sampah, pengerukan sedimentasi, pengentasan banjir. Untuk persoalan sampah Ridwan Kamil berencana memasang insenerator untuk mengurai sampah di 50 titik di sepanjang sungai Citarum.

“Di 2019 sudah saya anggarkan untuk 50 titik (Insenerator). Sehingga perintah saya adalah Dansektor tolong cari lima puluh titik itu di mana dan upayakan lahannya jangan di lahan masyarakat, lahan di BBWS saja. Kita koordinasi dengan Menteri PUPR, satu diskresi selesai,” ujarnya.

Kehadiran Insenerator ini akan menjadi pengurai sampah rumah tangga yang terbawa aliran sungai secara temporer atau sementara. Ke depan, penguraian sampah diharapkan sudah selesai sejak di masyarakat itu sendiri.

“Ini jangka panjangnya kita mengedukasi tentunya, sampah beres di lingkungan sendiri pemilahan dan lain-lain,” ujarnya.

Kemudian untuk pengerukan sedimentasi, Pemprov Jabar telah menganggarkan 10 eskavator yang dipesan dari PT. Pindad. Proses pengerukan ini akan langsung diawasi oleh tiap Dansektor.

Baca juga: Pusat anggarkan Rp640 miliar untuk penataan Sungai Citarum

Baca juga: Gubernur Jabar: penanganan Sungai Citarum belum kompak

Selain itu, buangan sedimennya untuk sementara disimpan di bantaran sungai. Ke depan, ia ingin agar sedimen dibuang ke lahan yang cukup luas.

“Buang sedimennya ke bantaran aja dulu, kalau butuh lahan super besar untuk membuang tanahnya, saya butuh waktu mencari, tetapi sementara perintah saya semua Dansektor buang sedimennya untuk meninggikan, selama enam bulan itu saja dulu,” katanya.

Terakhir untuk pengentasan banjir, Pemprov Jabar telah meminta anggaran Rp200 miliar untuk pembuatan kolam retensi sebagai tempat penampungan air sementara.

Untuk pemilihan lokasi, ia meminta BBWS berkoordinasi dengan Pemprov Jabar agar dana yang dikeluarkan betul-betul efektif mengatasi permasalahan banjir di Kabupaten Bandung.

“Banjir, saya sudah minta anggaran 200 miliar tapi saya lihat diterjemahkan oleh BBWS menjadi tujuh lokasi. Kalau boleh kita ngobrol dulu jangan ambil keputusan dulu (terkait lokasi pembangunan). Anggaran 200 yang susah saya minta ini betul-betul efektif di titik-titik yang paling krusial,” kata dia. (sep)