JAWA TIMUR

Yagemi Siap Tumbuhkan Minat Baca Masyarakat di Jatim

Sejumlah pengurus Yayasan Gemar Membaca Indonesia (Yagemi) Jatim menghadiri diskusi yang dikemas dalam Rapat Koordinasi Provinsi (Rakorprov) I yang digelar di salah satu hotel di Surabaya pada Kamis (8/11/2018).

Jawakini.com, Surabaya – Yayasan Gemar Membaca Indonesia siap menumbuhkan kembali minat baca masyarakat Indonesia yang saat ini rendah khususnya di wilayah Provinsi Jawa Timur.

“Salah satu program Yagemi (Yayasan Gemar Membaca Indonesia) adalah Pustaka Bergilir Buku Masuk Rumah (PB-BMR). Program ini yang akan menumbuhkan minat baca warga di Jatim,” kata Koordinator Provinsi (Korporv) Yagemi Jawa Timur Warsito di Surabaya, Jumat (9/11/2018).

Menurut dia, PB-BMR adalah suatu program pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh Ketua Umum Yagemi Fauzi Umar yang merasa terpanggil untuk menumbuhkembangkan minat baca masyarakat Indonesia yang sangat rendah. Bahkan, berdasarkan survei, Indonesia berada diperingkat 60 dari 61 Negara.

“Padahal mencerdaskan bangsa adalah salah satu cita-cita proklamasi,” ujarnya.

Warsito mengatakan kebersediaannya menjadi Korprov Yagemi Jatim berawal dari pertemuannya dengan Ketua Umum Yagemi Fauzi Umar yang difasilitasi oleh Koordinator Nasional (Kornas) Yagemi Marlis beberapa waktu lalu.

“Saat ketemu dengan beliau, saya tertarik dan bersedia menjadi Korprov Yagemi untuk wilayah Jatim,” kata Warsito yang juga Caleg DPRD Jatim daerah pemilihan Malang Raya.

Ia mengatakan Yagemi mempunyai semangat dan rasa keprihatinan akan masa depan generasi muda Indonesia khususnya Jawa Timur yang masih sangat rendah minat bacanya.

“Minat bacanya kalah oleh hobi baru yang menurut pandangan saya kurang produktif, meskipun kami yakin tidak mudah,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya tetap optimitis program Yagemi akan berjalan karena sudah dua tahun telah diujicobakan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat dan membuahkan hasil.

“Kuncinya hanya satu yaitu intervensi aktif pemerintah secara berjenjang dari pusat sampai daerah. Hal ini dikarenakan sasaran dan pembiayaan utamanya ada Anggaran Dana Desa (ADD),” katanya.

Terkait alokasi pembelanjaan ADD, Warsito menjelaskan komposisi idealnya adalah maksimal 70 persen untuk insfrastruktur desa dan minimal 30 persen untuk pemberdayaan masyarakat desa.

“Porsi inilah yang kita diskusikan dengan kepala desa di Jatim yang jumlahanya menurut data ada sekitar 7.724 desa,” ujarnya.

Untuk membahas persoalan itu, lanjut dia, Yagemi Jatim menggelar diskusi yang dikemas dalam Rapat Koordinasi Provinsi (Rakorprov) I yang digelar di salah satu hotel di Surabaya pada Kamis (8/11).

Rakorprov tersebut dihadiri 16 Koordinator Yagemi se-Jatim di antaranya dari Magetan, Ponorogo, Madiun, Tulungagung, Malang, Banyuwangi, Sampang dan peserta terdekat Mojokerto juga Sidoarjo. Selain itu juga dihadiri penulis biografi kreatif, Siti Nasi’ah atau dikenal Mbak Ita. (abd)