JOGJAKARTA

Pemkab Gunung Kidul Dorong Pengembangan Industri Batik

Bupati Gunung Kidul, Badingah.

Jawakini.com, Gunung Kidul – Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong pengembangan industri batik di wilayah ini untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Bupati Gunung Kidul Badingah di Gunung Kidul, Minggu (4/11/2018), mengatakan, sampai saat ini sudah ada 11 kecamatan yang mengembangkan batik dengan berbagai desain dan inovasi yang disukai semua lapisan, khususnya kaum muda.

Industri batik di Gunung Kidul akhir-akhir ini meningkat cukup signifikan. Hal ini tentunya menggembirakan bagi perkembangan ekonomi maupun budaya pengembangan batik. Saat ini. semakin banyak masyarakat mengembangkan kerajinan batik,” kata Badingah.

Dia mengatakan, pesatnya industri batik ini tidak lepas dari pola kebiasaan pemakai batik yang saat ini tidak hanya dipakai saat resmi saja dan identik dengan orang tua. Sekarang batik juga sudah mulai diminati kalangan muda.

Melalui sentuhan desain dan inovasi kini batik mulai dilirik kaum muda.

“Bahkan untuk di Gunung Kidul sudah banyak yang dipatenkan,” katanya.

Badingah menjelaskan berkembangnya batik di Gunung Kidul akan semakin mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta menjadikan Kabupaten Gunung Kidul sentra batik, salah satunya Kampung Batik di Kepek, Wonosari. Di sana perkembangan batik ini sudah didukung pemasaran yang cukup baik melalui internet.

Sementara itu, desainer batik Hesti Purwandari menyampaikan batik terus berkembang di Gunung Kidul. Tentunya hal ini menggembirakan, karena tidak hanya orang tua yang menggunakan, tetapi kalangan anak muda. Dengan semakin meluasnya pengguna batik, banyak motif batik bermunculan mengikuti perkembangan zaman.

“Motif batik lokal seperti Amarylis sangat menarik untuk dikembangkan. Ketika ada acara fashion show saya memilih menggunakan batik Amarylis,” ucapnya. (sut)