JAWA BARAT

Ratusan Napi Lapas Paledang Dites Urine

Jawakini.com, Bogor – Untuk mengantisipasi penggunaan dan peredaran narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan), Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor melakukan tes urine. Tes urine dilakukan terhadap ratusan narapidana dan tahanan di Lapas IIA Paledang, Kota Bogor, Senin (16/4/2018).

Kepala Seksi (Kasie) Pemberantasan Narkoba BNNK Bogor, Kompol Supeno, mengatakan, tes urine ini dilakukan kepada penghuni lapas dan rutan yang ada di wilayah Bogor. Hal ini untuk menurunkan angka penggunaan dan peredaran narkoba di lingkungan lapas, sebab terbukti tempat tersebut tidak luput dari perputaran barang haram itu.

“Seluruh lapas dan rutan di wilayah Bogor kami periksa, banyak kasus juga yang terjadi di lapas atau rutan. Nah ini bentuk tindakan dari kami menanggapi hal tersebut. Jika ada yang positif, tentu akan kami langsung tindak lanjut dan proses. Bisa rehab, bisa juga tindakan jika ada potensi pengembangan penyelidikan ke atas,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Sementara itu, Kepala Lapas IIA Paledang Gunawan S mengatakan, razia besar ini untuk mengukur sejauh mana pihaknya melakukan pembinaan anti narkoba kepada penghuni lapas, mengambil tes urin dari seluruh tahanan wanita, dan sampel beberapa tahanan laki-laki.

“Untuk wanita, semua tahanan kami ambil urinnya. Sedangkan untuk pria, hanya sampel saja, 5-10 orang per kamar. Semata karena keterbatasan alat saja. Yang kami ambil mereka yang kami nilai punya potensi, misalnya yang memang tahanan karena tersangkut kasus narkoba. Total 120 tahanan pria, dan 87 wanita,” ujarnya.

Hasilnya, tahanan wanita yang dites semuanya negatif konsumsi narkoba. Hanya ada satu tahanan yang dalam urinnya terkandung zat alkohol. “Kemungkinan itu zat alkohol bukan minuman langsung, tapi bentuk fermentasi, seperti makan tape, banyak,” ujarnya.

Buatnya, tidak ada toleransi untuk para penghuni lapas yang kedapatan menggunakan narkoba, untuk diproses sesuai aturan yang berlaku. Termasuk bila ada sipir yang kedapatan urienya positif mengandung zat narkoba.

“Semua kami tes juga, jika ada yang positif, kami serahkan kepada BNN untuk ditindaklanjut. Tidak ada toleransi buat narkoba di lapas,” tegasnya.

Gunawan menambahkan, kegiatan ini digelar bertepatan dengan hari ulang tahun Lapas, di mana semua Lapas se-Indonesia dilakukan penggeledahan. “Kami bekerjasama dengan instansi penegak hukum. Jika ada yang positif, serahkan ke BNN untuk tindak lanjut. Kami tidak ada toleransi untuk narkoba,” pungkasnya. (dns)