JAWA BARAT

Aqua Manfaatkan Sinar Matahari untuk Operasional Pabrik

Jawakini.com, Bogor – Perusahaan Danone-AQUA terus mengembangkan usahanya sebagai perusahaan yang betul-betul ramah lingkungan (green factory). Selain telah mengantongi penghargaan proper emas, perusahaan yang berbasis pengolahan air minum dalam kemasan (AMDK) ini telah mengembangkan beragam inovasi dalam menghemat dan mengembangkan energi terbarukan, efisiensi penggunaan air, serta mengelola dan menekan produksi sampah.

Dalam menghemat dan mengembangkan energi terbarukan, di antaranya dengan menerapkan solar cell atau solar panel untuk menyerap sinar matahari yang diubah menjadi energi listrik. Penggunaan solar panel ini diterapkan di pabrik Aqua plant Ciherang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Pemanfaatan tenaga surya yang dipasang di atap pabrik ini mampu menghasilkan 770 Kwp (kilo watt pic) per hari atau dalam setahun menghasilkan 885.000 Kwh. Solar panel ini juga mampu mengurangi emisi CO2 sebesar 860 Ton CO2 atau setara dengan pengurangan CO2 yang dihasilkan 15.000 pohon. 

Dengan instalasi ini Pabrik AQUA Ciherang memanfaatkan sinar matahari menjadi sumber energi terbarukan yang bermanfaat untuk semua operasional pabrik pada siang hari. “Energi tenaga surya yang dialirkan melalui inventer jaringan PLN di pabrik ini tidak menggunakan alat saving energi berupa baterai, tapi digunakan langsung, karena operasional pabrik 24 jam,” ujar Engineering Manager PT Tirta Investama (Grup Aqua) Plant Ciherang Sigit Prawoto, didampingi Plant Manager Ciherang Joko Prasojo.

Sejak diterapkan November 2017, penggunaan tenaga matahari ini mampu menghemat energi listrik rata-rata Rp70 juta per bulan.

Engineering and Technovation Director Danone-AQUA, Budi Hartono Susilo, menambahkan, instalasi panel surya ini merupakan proyek pertama di Indonesia yang digunakan untuk konsumsi industri. Proyek ini dikerjakan oleh tim ahli yang sudah berpengalaman serta sesuai dengan peraturan PLN. “Instalasi ini secara simbolis diresmikan oleh Muriel Jaujou, Danone Global Water Resource and Environment Director dalam suatu acara sederhana di Pabrik AQUA Ciherang pada November 2017,” ujarnya.

Inovasi lain yang dikembangkan, adalah program panen air hujan (rainwater harvesting). Pabrik AQUA Ciherang telah memasang instalasi khusus untuk memanen air hujan pada kisaran rata-rata 201.000 liter sekali hujan atau dalam setahun memanen sebesar 23.115.000 liter.

Air hujan itu dialirkan ke bak penampung untuk dimanfaatkan sebagai kebutuhan domestik, sementara sisanya (overflow) dimasukan ke dalam tanah sebagai bagian konservasi air tanah. 

Selain itu, pabrik AQUA Ciherang meminimalis sampah di dalam pabrik yang biasanya akan dibuang ke tempat pembuangan sampah melalui program zero waste to landfill. Melalui program ini, Aqua berupaya maksimal agar tidak ada sampah baik yang berasal dari karyawan maupun tamu-tamu yang datang ke pabrik. 

Hal itu ditempuh melalui perubahan kebiasaan untuk tidak menggunakan snack box, botol atau gelas minum sekali pakai, plastik, karton, kertas, dan lain-lain. Jenis sampah yang masih bisa dimanfaatkan disalurkan ke kelompok masyarakat binaan untuk didaur ulang menjadi barang berguna.

“Perubahan ini membuat Pabrik AQUA Ciherang dapat menurunkan sampah secara drastis, melakukan efisiensi dalam biaya pengelolaan sampah, dan tentu saja yang terpenting adalah ikut melestarikan lingkungan. Melalui program zero waste to landfill ini juga membangun habbit karyawan yang berbiaya murah. Ini mulai diterapkan di semua pabrik,” imbuh Divisi Corporate Communications Grup Aqua, Michael Liemena.

Sekadar informasi, dari luas pabrik Aqua Ciherang 8,8 hektare, 3,1 ha digunakan untuk bangunan dan 5,7 ha untuk ruang terbuka hijau (RTH). Pabrik Aqua Ciherang mempekerjakan 260 orang pekerja dan 87 persennya warga sekitar. Mereka bekerja bersama untuk memproduksi AQUA kemasan galon, kemasan botol 600 ml, dan botol 330 ml.(cep/wan)