JAWA TIMUR

Kemenaker Targetkan 130 Desa Migran Produktif

desa migran produktif,

Jawakini.com, Jember – Kementerian Tenaga Kerja menargetkan sebanyak 130 desa migran produktif yang terbentuk di sejumlah daerah yang merupakan “kantong” tenaga kerja Indonesia.

“Tahun lalu, target kami sebanyak 120 desmigratif (desa migran produktif) terbentuk, kemudian tahun ini sebanyak 130 desmigratif, dan tahun 2019 ditargetkan sebanyak 150 desmigratif, sehingga diharapkan sebanyak 400 desmigratif selama tiga tahun,” kata staf khusus Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI Maria Magdalena di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (14/3/2018).

Menurutnya, Kemenaker menerapkan program desmigratif untuk meningkatkan produktivitas desa yang merupakan kantong buruh migran di sejumlah daerah di Indonesia, sehingga diharapkan desa-desa yang sebagian besar warganya sebagai buruh migran dapat meningkatkan potensi ekonomi yang dimiliki desa setempat.

“Pihak Kemenaker memberikan paket pelatihan di setiap desa desmigratif bagi keluarga TKI, mantan TKI, dan juga masyarakat, sehingga diharapkan mereka bisa mengembangkan produksi hasil pelatihan itu karena barang hasil produksi itu menjadi milik komunitas dan desa setempat,” tuturnya.

Kendati demikian, lanjut dia, kendala yang dihadapi adalah pemasaran dari produk yang dihasilkan tersebut, sehingga perlu dilaksanakan kerja sama dengan pihak lain untuk pemasaran produk yang dihasilkan warga desmigratif seperti Kementerian Koperasi dan toko daring.

“Bahkan di setiap desa, ditempatkan dua petugas pelayanan migrasi yang bertugas untuk mendata calon buruh migran dan mensosialisasikan bagaimana menjadi TKI secara aman, dan usaha produktif untuk keluarga TKI atau mantan TKI, agar dapat meningkatkan potensi ekonomi,” katanya.

Di Kabupaten Jember terdapat dua desa yang menjadi pilot project desmigratif yakni Desa Darungan di Kecamatan Tanggul dan Desa Gelang di Kecamatan Sumberbaru, sehingga diharapkan setiap tahun ada tambahan dua desa lagi untuk desmigratif di Jember.

“Kami berharap desa Darungan dan Desa Gelang menjadi contoh bagi desa lainnya di Jember untuk menjadi desmigratif demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang sebagian besar adalah keluarga buruh migran dan mantan buruh migran,” ujarnya. (zum)