JAWA TENGAH

Investasi di Temanggung Belum Merata

Proyek Temanggung

Jawakini.com, Temanggung – Persebaran investasi di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, belum merata di semua wilayah, kata Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi Investasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Temanggung Iwan Siswanto.

“Sampai saat ini kami punya permasalahan persebaran investasi yang tidak merata, dari 20 kecamatan di Kabupaten ini, hanya empat kecamatan yang dominan, yakni Temanggung, Kranggan, Pringsurat, dan Parakan,” katanya di Temanggung, Rabu (14/3/2018).

Ia menyebutkan dari investasi Kabupaten Temanggung tahun 2017 sebanyak Rp164 miliar, sekitar 65 persen berada di Kecamatan Temanggung, Kranggan, Pringsurat, dan Parakan.

“Sebanyak 16 kecamatan yang lain menjadi pekerjaan rumah bagi kami agar bisa tumbuh, karena salah satu sukses pengembangan investasi adalah pemerataan,” katanya.

Menurut dia investasi paling besar di Kabupaten Temanggung adalah industri kayu dan perdagangan umum.

Ia menuturkan untuk sektor lainnya perlu dipacu, untuk itu pihaknya mempunyai beberapa kegiatan guna mendorong pengembangan investasi tersebut.

“Terkait penyebaran yang tidak merata kami melakukan kegiatan forum investasi berbasis kewilayahan,” katanya.

Pada 2018, DPMPTSP Kabupaten Temanggung sudah berkoordinasi dengan Kecamatan Tretep, Wonoboyo, dan Bejen nanti akan diintegrasikan sehingga tiga wilayah kecamatan ini bisa bahu-membahu untuk menarik investasi.

Menurut dia ketiga kecamatan ini merupakan kawasan strategis, perlintasan jalur dari Kendal dan juga bisa untuk jalan tembus ke arah Dieng. Kemudian yang tidak kalah menariknya adalah geliat masyarakatnya tinggi.

“Kami melihat tiga kecamatan ini cocok untuk pembangunan sektor kepariwisataan, kemudian untuk pengembangan berbasis produk atau sektor usaha kami mendorong pengembangan tembakau lintingan dan produk kopi,” katanya.

Menurut dia kedua produk tersebut sudah banyak beredar di masyarakat tetapi belum bermerek.

“Sekarang lagi ngetren tembakau lintingan dan di Temanggung sudah banyak dimasuki tembakau bermerek bukan rokok. Syarat tembakau bermerek dengan aturan kepabean atau bea cukai. Dalam kegiatan temu usaha nanti kami akan mendatangkan pejabat atau petugas bea cukai untuk memberikan suatu pemahaman tentang kepabean,” katanya. (her)